Menyumbang Banyak Kasus, Warga Bandarlampung Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Dr. Reihana, M.Kes, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (20/10/2020)

KBRN, Bandarlampung: Pandemi Covid-19 masih belum reda di Provinsi Lampung. Berdasarkan data, Kota Bandarlampung menjadi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Dr. Reihana mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap perkembangan kasus Covid-19 selama 14 hari terakhir.

“Memang dari hasil evaluasi kasus Covid-19 di Kota Bandarlampung mengalami peningkatan jumlah yang cukup tinggi,” ungkap Reihana, Selasa (20/10/2020).

Meski demikian Reihana menjelaskan, Pemerintah Kota Bandarlampung sudah melakukan prosedur operasional standar (SOP) penanganan Covid-19 sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Perlu kita dipahami bersama bahwa Bandarlampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung, yang menjadi pusat kegiatan perekonomian, pariwisata, serta kegiatan pendukung lainnya," jelasnya.

Selain itu tambah Reihana, masyarakat yang memiliki KTP dan berdomisili di Bandarlampung, juga banyak yang bekerja di luar Bandarlampung, kemudian terdata menjadi pasien Covid-19 asal Bandarlampung.

"Semua pihak baik pemerintah dan masyarakat harus serius memutus rantai penyebaran dan disiplin mematuhi protokol kesehatan," tegas Reihana.

Berdasarkan update situasi Covid-19 di Provinsi Lampung periode 18 Maret 2020 hingga 20 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB terdapat 1.376 kasus terkonfirmasi positif.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.002 pasien telah selesai menjalani isolasi dinyatakan dan sembuh, 53 pasien meninggal dunia, sisanya masih dirawat di sejumlah rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri.

"Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini harus menyeluruh dan melekat oleh semua pihak," pungkasnya.

Apalagi pencegahan pencegahan Covid-19 tertuang dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produkif dan Aman Covid-19, yang akan digodok menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00