Jika Kantongi Izin, Kemenag Prioritaskan Calon Jemaah Umrah yang Tertunda

KBRN, Bandarlampung : Direktur Jenderal Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Prof. Dr. Nizar, M.Ag mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan keberangkatan calon jemaah yang gagal melakukan ibadah umrah akibat pandemi Covid-19.

Menurut Nizar, langkah tersebut akan ditempuh, jika Indonesia masuk dalam daftar negara yang diizinkan oleh pemerintah Arab Saudi, untuk memberangkatkan calon jemaah umrah.

“Prioritasnya adalah 34.000 jemaah yang tertunda akibat moratorium lantaran pandemi global Covid-19,” kata Nizar saat zoom meeting, di sela Jagong Masalah Umrah dan Haji yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Senin (5/10/2020) siang.

Ia mengatakan, pemerintah melalui perwakilan yang ada di Arab Saudi akan melakukan komunikasi, agar Indonesia masuk sebagai salah satu negara yang diizinkan memberangkatkan jemaah umrah.

“Perwakilan di Mekah yang akan melakukan komunikasi dan lobi, agar Indonesia masuk daftar list dan diperkenankan melakukan umrah,” jelasnya.

Nizar memastikan, rencana pembukaan ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi hingga kini masih disesuaikan dengan kondisi pandemi global Covid-19.

“Setidaknya ada dua catatan. Pertama, sambil menunggu pandemi Covid-19. Kedua, Kemenkes Arab Saudi akan merilis negara mana saja yang jemaahnya boleh melaksanakan umrah,” tegas Nizar.

Oleh sebab itu dia memastikan, tidak semua jemaah dari negara lain boleh melaksanakan umrah. Namun sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Jika rencana pembukaan itu terlaksana, pemerintah Arab Saudi akan membatasi kapasitas jemaah umrah, yakni sebanyak 20.000 jemaah umrah dan 60.000 jemaah shalat per hari.

“Mudah-mudahan melalui jalur diplomasi, Indonesia masuk ke dalam daftar yang boleh memberangkatkan umrah. Jika tidak, ya masih tertutup untuk berangkat umrah,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00