Sepekan Tak Mau Makan, Intan Silawati Wafat di Panti

KBRN, Bandarlampung-Kesedihan menyelimuti keluarga Intan Silawati, warga Jalan Lada VII Perumnas Way Halim, Bandarlampung.

Pasalnya Intan Silawati (53), menghembuskan nafas terakhir di Panti Sosial Yayasan Srikandi di Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis, (23/1/2020) pagi.

Informasi yang didapat rri.co.id menyebut, Intan Silawati wafat lantaran sudah sepekan terakhir tak mau makan.

"Penjelasan pengurus panti, almarhumah gak sakit. Cuma hampir satu minggu ini sudah gak mau makan," tutur Ika Pujianti Rahayu, TKSK Kecamatan Way Halim.

Sayang Ika tak mau berkomentar banyak terkait wafatnya Intan Silawati, yang hampir tiga bulan menghuni panti sosial milik pemerintah ini.

"Yang pasti pihak panti sudah berkoordinasi dengan keluarga. Dan keluarga sudah menerima secara ikhlas," tutupnya.

Abdurrachman Adha, warga setempat juga membenarkan kabar wafatnya Intan Silawati.

"Iya benar. Informasinya Intan wafat tadi pagi di panti. Saya dapat kabar dari Mbak Ika," jelasnya.

Diketahui, Intan Silawati dibawa ke panti bersama Meiriansyah, yang merupakan kakak kandungnya pada Senin, (28/10/2019) lalu.

Keduanya terpaksa dikirim oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung ke panti sosial, lantaran sudah lama tak dikunjungi pihak keluarga.

Hasil assessment petugas menyimpulkan, Intan mengalami gangguan jiwa ringan, namun karena tidak mendapat perhatian nampak seperti mengalami gangguan jiwa berat. Sedangkan Meiriansyah, perlu mendapatkan perawatan khusus disabilitas.

Sebelumnya diberitakan rri.co.id, warga Jalan Lada VII Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung, secara sukarela membantu dua kakak beradik yang dalam kondisi sakit, lantaran tak pernah dikunjungi keluarganya.

Selain memberi makanan, warga setempat juga tak jarang membantu secara finansial.

Meiriansyah, mengidap stroke, sedangkan Intan Silawati, sudah sejak lama mengalami gangguan jiwa.

Rencananya jenazah almarhumah akan dimakamkan di TPU Perumnas Way Halim, Jumat, (24/1/2020) besok.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00