Mencuat Nama Staf Wahyu Setiawan Dalam Sidang Esti

KBRN, Bandarlampung-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali menggelar sidang pemeriksaan kedua dengan perkara dugaan jual beli jabatan KPU periode 2019-2024 di Provinsi Lampung.

Dalam sidang muncul nama seorang staf Wahyu Setiawan, mantan Komisioner KPU-RI yang ditangkap KPK karena kasus suap.

Sidang pemeriksaan kedua yang dilakukan DKPP digelar di ruang sidang Bawaslu Provinsi Lampung, Senin, (20/1).

Sidang pemeriksaan kedua menghadirkan Chandra Muliawan, selaku kuasa pelapor, Esti Nur Fathonah, komisoner KPU Lampung, KPU Lampung, dan Bawaslu Lampung.

Sidang dengan agenda mendengarkan pokok pengaduan dari pengadu dan jawaban teradu, sedianya dihadiri Lilis Pujiati, yang disebut menerima uang suap. Namun, Lilis Pujiati berhalangan hadir dan tidak tampak dalam sidang kedua tersebut.

Dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran kode etik terkait dugaan jual beli jabatan/suap dengan teradu Esti Nur Fathonah, mengungkap fakta baru.

Sebab, kasus yang mencuat saat berlangsungnya seleksi KPU kabupaten/kota di Lampung tersebut diduga melibatkan salah satu staf Wahyu Setiawan, mantan Komisioner KPU RI yang ditangkap KPK karena kasus suap.

Pengadu dalam sidang, Budiono yang didampingi kuasa hukumnya Chandra Mulyawan mengungkapkan, korban Viza Yelisanti Putri, sempat dihubungi seseorang bernama Toni, yang mengaku sebagai bagian di KPU-RI.

“Toni menghubungi Viza sekitar tanggal 6 atau 7 November 2019 lalu, pasca-kasus dugaan suap seleksi KPU di Lampung mencuat,” paparnya.

Sebelumnya, Budiono selaku pelapor menyatakan sudah menyiapkan beberapa bukti tambahan baru, dan siap buka-bukaan dalam persidangan DKPP.

“Kita juga sama-sama ingin mengungkapkan sebenarnya apa yang terjadi selama rekrutmen itu. Bukti-bukti sudah kita sampaikan lewat KPU-RI dan DKPP,” tegasnya.

Setelah diusut majelis sidang DKPP, ternyata benar, ada seorang staf di KPU-RI yang biasa dipanggil Toni. Hal itu diketahui saat majelis sidang DKPP menghubungi Ketua KPU RI Arif Budiman.

Bahkan Toni diketahui merupakan staf mantan Komisioner KPU-RI Wayhu Setiawan, yang terkena OTT KPK, belum lama ini.

Atas fakta baru itu, majelis sidang DKPP yang dipimpin Dr. Alfitra Salam meminta pihak pelapor untuk melengkapi bukti berupa screenshot panggilan Toni kepada Viza Yelisanti Putri.

Bukti tersebut dibutuhkan DKPP untuk mengusut lebih dalam perihal keterkaitan Toni dalam kasus tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00