Tak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Keluarga Gele Harun Sabar dan Tabah

Mulkarnaen G Harun saat menunjukkan rekomendasi dari Gubernur Lampung/foto; RRI

KBRN, Bandarlampung: Sabar dan tabah. Kalimat itu yang terlontar dari ahli waris Mr. Gele Harun Nasution, yang juga putra bungsu mantan Residen Lampung, Mulkarnaen G Harun ketika mengetahui untuk kali ketiga, Mr. Gele Harun Nasution belum juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak diusulkan pada tahun 2018, gelar Pahlawan Nasional tak juga disematkan kepada mendiang ayahanda tercinta. Menurut Mulkarnaen G Harun, berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk keperluan penganugerahan gelara Pahlawan Nasional sudah dipenuhi dan dilengkapi.

Meskipun gelar Pahlawan Nasional belum juga diberikan kepada Mr. Gele Harun, keluarga tidak merasa kecewa, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

“Persyaratan Mr. Gele Harun ini di Kemsos dan Dewan Gelar Nasional sudah mencukupi. Karena ini sekarang sistemnya pake urut kacang atau anak tangga atau berjenjang, saya sabar dan teguh saja. Ya mungkin tahun depan,” kata Mulkarnaen G Harun, Minggu (28/11/2021).

Usulan gelar Pahlawan Nasional memang sudah diajukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan rekomendasi usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Gele Harun telah diusulkan ke Kementerian Sosial RI. Namun keputusan final ada di Dewan Gelar Pusat melalui proses yang cukup panjang. “Itu kita usulkan. Tugas kita kan hanya mengusulkan. Kewenangan ada di Dewan Gelar Pusat,” tandasnya.

Meskipun tahun ini Mr. Gele Harun belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, namun Mr. Gele Harun tetap memiliki peluang untuk mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional asal Lampung.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan memberikan Tanda Kehormatan Bintang Jasa kepada sejumlah tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 10 November 2021.

Sebanyak 4 tokoh menerima gelar Pahlawan Nasional atas jasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Keempat tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional itu, Almarhum Tombolotutu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Tengah, Almarhum Sultan Aji Muhammad Idris, tokoh Provinsi Kalimantan Timur, Almarhum Haji Usmar Ismail, tokoh dari DKI Jakarta, dan Almarhum Raden Aria Wangsakara, tokoh dari Provinsi Banten.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar