DPRD Bandarlampung Minta Pemkot Merangkul Pedagang Pasar SMEP

Anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung Agus Djumadi (paling kiri)/ist

KBRN, Bandarlampung: Anggota DPRD Bandarlampung Agus Djumadi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk merangkul seluruh pedagang Pasar SMEP.

Menurut Agus, para pedagang sebagai penggerak ekonomi Pasar SMEP sudah cukup bersabar menanti selama lebih dari 8 tahun terkait penyelesaian pembangunan pasar.

Kondisi itu lanjutnya jangan sampai membuat mereka kecewa lebih dalam ketika Pemkot dengan memberi janji manis kepada para pedagang, sementara tata kelola, sarana prasarana serta sistim pengelolaan pasar lainnya belum siap, di sisi lain lapak penampungan sementara mereka telah dibongkar.

"Kita menanti keseriusan pengelolaan pasar SMEP ini dengan dibukanya akses pasar agar tidak berada di dalam misalnya membongkar ruko bagian depan dan dibukanya jalan masuk pasar agar lebih lapang dan pembeli pun tidak segan untuk datang," kata Agus kepada RRI.co.id, Jumat (22/10/2021).

Anggota Komisi II ini juga meminta Pemkot melalui dinas perdagangan bersama paguyuban pedagang beserta seluruh stakeholder pasar lainnya untuk membangun dan memajukan pasar SMEP ini khususnya untuk menjadikan pasar tradisional menjadi naik kelas yang lebih modern, bersih dan nyaman.

Mengingat pasar SMEP akan dijadikan pasar percontohan untuk Bandarlampung sebagai tuan rumah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Nasional 2022.

"Maka sudah sepatutnya pengelolaan pasar dilakukan secara profesional, pendataan dilakukan secara benar dan menyeluruh, jangan sampai pedagang yang telah lama berjualan malah tidak kebagian kios," tandas Agus.

Pasar SMEP yang berada di jantung kota dan strategis diantara pasar legenda besar Bandarlampung lainnya, yaitu Pasar Bambu Kuning dan Pasar Gintung.

Ketiga pasar ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak sedikit menyumbang PAD pada masa emasnya

Kini harapan besarnya pemkot lebih serius membangun dan mengembangkan pasar ini agar lebih naik kelas melalui program modernisasi pasar tradisional.

"Kuncinya berkomunikasi dengan pedagang dan paguyuban, melengkapi sarana dan prasarana pasar, menjaga kebersihan, serta mengelola administrasi secara baik," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00