Pasca PPKM, Pemkot Diminta Lakukan Penguatan Terhadap UMKM

KBRN, Bandarlampung: Wakil Ketua DPRD Bandarlampung Aep Saripudin, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setelah masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Menurut Aep, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Utamanya setelah diberlakukan PPKM yang membatasi mobilitas dan aktivitas masyarakat. Terlebih bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang omzetnya menurun drastis sejak adanya PPKM.

Aep menceritakan, Kamis, 14 Oktober 2021 kemarin, dirinya mengunjungi Suparjo Rustam, warga jalan Romowijoyo, Gg. Gareng, Sawah Brebes, Tanjung Karang Timur.

Suparjo Rustam yang biasa dipanggil Kang Parja, memiliki usaha kecil Tempe Mendoan.

"Kang Parja ini, sebelum PSBB dan PPKM memiliki 7 lapak tempe mendoan. Dua lapak di Jalan Sultan Agung, dua lapak di Jalan P. Antasari, sisanya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Cut Nyak Dien, dan Jalan Dr. Susilo. Setiap hari omset per lapak sekitar 100 porsi. Sejak PSBB dan PPKM Darurat tinggal 4 lapak dan setiap lapak rata-rata omset sekitar 30 porsi," kata Aep kepada RRI.co.id, Jumat, (15/10/2021).

Aep mengakui penurunan omset hingga 50% ini tentu tidak hanya dialami oleh Kang Parja. Hampir semua UMKM mengalami hal yang sama.

Namun dengan penurun level PPKM di Bandarlampung, Aep berharap UMKM kembali bergeliat dan kembali normal.

Politisi PKS ini juga meminta Pemkot Bandarlampung tidak berpangku tangan terhadap kondisi UMKM saat ini.

"Pemkot harus hadir ditengah kondisi UMKM. Caranya bagaimana? Pemkot bisa memberikan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), atau melakukan Restrukturisasi Kredit UMKM. OPD terkait juga harus melakukan pembinaan intensif. Pemkot bisa melakukan kerjasama dengan bank atau CSR pengusaha agar memberikan bantuan kredit modal lunak kepada UMKM. Mudah-mudahan dengan cara ini UMKM dan perekonomian Bandarlampung akan terus meningkat," pungkas Aep.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00