Selama Pandemi, BPOM Temukan Banyak Informasi Hoaks Soal Obat Tradisional

KBRN, Bandarlampung: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) banyak menemukan informasi dan promosi obat tradisional, dan suplemen kesehatan berlebihan yang menyesatkan bahkan hoaks di berbagai media penyiaran.

Hal itu diungkap BPOM dalam Forum Komunikasi Perkuatan Pengawasan Informasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Pada Masa Pandemi, dengan tema “Peningkatan Perlindungan dan Literasi Masyarakat di Masa Pandemi melalui Sinergitas Pengawasan Informasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Kamis (14/10/2021).

Kegiatan yang berlangsung secara daring itu dibuka Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM RI, Reri Indriani.

“Selama masa pandemi kita banyak menemukan informasi serta promosi obat tradisional, dan suplemen kesehatan berlebihan yang menyesatkan bahkan hoaks di berbagai media penyiaran,” kata Reri Indriani.

Dia menjelaskan, setidaknya ada 54 obat tradisional dan kosmetik yang diketahui mengandung bahan berbahaya dan dilarang.

“Ada 54 obat tradisional dan komestik yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang, dan 202 obat tradisional dan 98 kosmetik apakah yang memiliki izin edar dan ternyata positif mengandung bahan kimia obat atau bahan berbahaya,” tegasnya.

Sayangnya, Reri Indriani memastikan, obat-obat tradisional tersebut diklaim untuk penyembuhan Covid-19, padahal obat-obat tersebut berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Ini cenderung juga diklaim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi, apakah penyembuhan Covid, karena ada trend yang selama ini tidak kita temukan ternyata sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” pungkas Reri.

Sementara itu Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Mimah Susanti, menyatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terhadap iklan yang diputar di media penyiaran, baik televisi dan radio.

“Sepanjang tahun 2018-2021, setidaknya ada 11 iklan yang diduga tidak sesuai dan sudah ditindaklanjuti oleh KPI Pusat, dengan melakukan penindakan,” paparnya.

Forum Komunikasi Perkuatan Pengawasan Informasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Pada Masa Pandemi, juga menghadirkan Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Irwan, MKM, sebagai narasumber.

Irwan menyampaikan materi tentang Optimalisasi Hasil Implementasi MoU Badan POM dengan KPI/KPID Melalui Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00