Pemprov Lampung Serahkan Dugaan Pencemaran di Pesisir Teluk ke Gakum KLHK

Limbah menyerupai aspal yang ditemukan di Teluk Lampung/ist
Warga menunjukkan limbah yang menyerupai aspal/ist

KBRN, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan pengusutan dugaan pencemaran limbah di Pesisir Teluk Lampung, ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung sudah turun ke lapangan untuk mengecek langsung keberadaan limbah mirip aspal curah yang menyebar di Pesisir Lampung, mulai dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Bandarlampung, Pesawaran, Tanggamus, dan Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam pengecekan tersebut, DLH Lampung didampingi langsung petugas dari Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, dan Direktorat Jenderal Gakkum KLHK.

“Kasus dugaan pencemaran laut di Teluk Lampung sudah kami laporkan ke pusat,” terang Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Murni Rizal.

Dia mengatakan, laporan dilakukan lantaran luasan daerah yang tercemar limbah tersebut sudah melampaui kewenangan pemerintah daerah, karena keterbatasan peralatan yang dimiliki.

Murni Rizal memastikan, berdasarkan kondisi tersebut pihaknya menyerahkan proses pengusutan dugaan pencemaran limbah di Pesisir Teluk Lampung ke Direktorat Jenderal Gakkum KLHK.

“Jadi karena cakupannya sudah luas dan sudah diluar kewenangan kami. Makanya kami laporkan dan kami minta Gakkum KLHK yang melakukan proses pengusutannya,” tegasnya.

Diketahui, limbah mirip aspal curah ditemukan di kawasan Pesisir Teluk Lampung. Limbah menyerupai gumpalan aspal itu menyebar di pantai dan teluk sepanjang Lampung Timur, Lampung Selatan, Bandarlampung, Pesawaran, Tanggamus, dan Kabupaten Pesisir Barat.

Limbah berwarga hitam menempel di bebatuan, sampah, dan ranting atau pepohonan yang terbawa ombak ke pantai.

Pencemaran tersebut mengganggu aktivitas nelayan dan pariwisata. Tim investigasi dari Gakkum KLHK sedang mencari sumber pencemaran di lapangan.

Spekulasi menyebut, pencemaran akibat kebocoran tongkang atau pipa minyak. Namun, semua pihak diminta menunggu hasil investigasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00