FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pemprov Upayakan Jatah Vaksin di Lampung Diperbanyak

Pelaksanaan vaksinasi di Dinkes Lampung beberapa waktu lalu/ist

KBRN, Bandarlampung: Hingga kini ketersediaan stok dosis vaksin Covid-19 di Provinsi Lampung masih menjadi persoalan. Minimnya pendistribusian vaksin dari Pemerintah Pusat menjadi salah satu faktor yang menghambat capaian vaksinasi.

Akibatnya Provinsi Lampung menjadi daerah dengan capaian vaksinasi terendah secara nasional.

Sebab, dari 14 juta vaksin yang dibutuhkan oleh masyarakat, Provinsi Lampung baru mendapatkan pasokan sekitar 2 juta dosis vaksin yang sudah didistribusikan ke kabupaten/kota.

“Secara nasional Lampung memang menjadi provinsi dengan capaian vaksinasi terendah. Namun ini karena minimnya distribusi vaksin dari Pemerintah Pusat,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Gubernur memastikan, kondisi tersebut sudah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung beberapa waktu yang lalu.

Dia berharap, Pemerintah Pusat bisa memberikan jatah dosis vaksin dalam jumlah banyak ke Provinsi Lampung, agar bisa mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan langsung kepada Presiden, agar jatah dosis vaksin yang dikirim ke Lampung diperbanyak. Ini agar bisa mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Provinsi Lampung membutuhkan 14.619.497 juta dosis vaksin Covid-19.

Empat belas juta lebih dosis itu untuk memenuhi target sasaran sebanyak 6.645.226 penduduk di Provinsi Lampung.

Sebab sesuai ketentuan, dari jumlah sasaran vaksinasi di Provinsi Lampung, satu orang harus mendapatkan dua dosis suntikan, dan 10 persen tambahan (dosis vaksin), jika ada yang belum terdaftar.

Hingga 22 September 2021, vaksinasi dosis pertama di Provinsi Lampung baru mencapai 18,61 persen, dan dosis kedua 9,82 persen.

Jumlah itu meliputi SDM kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan dan umum, serta remaja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00