Ketua IKA PMII Lampung Ucap Rasa Syukur Perpres Pendanaan Pesantren Diteken

KBRN, Bandarlampung: Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Lampung, Noverisman Subing menyampaikan rasa syukur, karena Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

"Perpres ini menjadi kado istimewa bagi para santri yang sebentar lagi akan merayakan hari jadinya, sekaligus bukti bahwa keberadaan pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama dan pendidikan benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah. Sebab pesantren memiliki kontribusi sangat besar dalam menciptakan karakter untuk dunia pendidikan di Indonesia," kata Nover.

Politisi PKB Lampung ini mengatakan, masyarakat harus berterima kasih kepada Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dengan gigih memperjuangkan kelahiran UU Pondok Pesantren hingga ditekennya perpres itu.

"Perpres ini sudah lama dinantikan oleh kalangan pesantren di tanah air. Sebagai informasi, Perpres ini di antaranya mengatur soal Dana Abadi Pesantren sebagaimana tertuang dalam BAB III Pasal 23," tandasnya.

Dalam poin ketiga pasal 23 itu lanjut Nover disebutkan, Dana Abadi Pesantren bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan pesantren bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggung jawaban antar generasi.

"Dana Abadi Pesantren adalah konsep yang telah lama dibahas dan diusulkan kepada pemerintah melalui FPKB DPR RI, alhamdulillah akhirnya dapat terwujud dalam Perpres ini," urai Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung itu.

Pada bagian lain, Nover juga mengatakan langkah pemerintah meneken Perpres tersebut sejalan dengan konstitusi, sesuai dengan Undang-Undang No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

"Konstitusi telah mengatur ini, jadi langkah Presiden Jokowi untuk ini adalah langkah yang sangat tepat karena sudah dijamin Undang-undang, karena saya dan kami semua warga pergerakan dan kaum Nahdiyin Lampung sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi," pungkas Nover.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00