Keluarga Tersangka Penganiaya Nakes di Bandarlampung Minta Maaf

Keluarga tersangka penganiaya Perawat Puskesmas Kedaton saat memberikan keterangan kepada awak media/ist

KBRN, Bandarlampung: Belum genap 40 hari meninggalnya suami, kini ibu kandung tersangka kasus pemukulan Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, Mix Yuliana harus menelan ‘Pil pahit’.

Sebab salah satu anak kandungnya harus mendekam dibalik jeruji, usai tim penyidik Polresta Bandarlampung menetapkan, Awang (Anak Mix Yuliana) sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat Puskesmas Kedaton.

Mix Yuliana menyebut, keluarga Awang penganiaya perawat Puskesmas Kedaton, meminta maaf kepada pihak keluarga perawat bernama Rendy Kurniawan.

Selain itu, pihak keluarga juga meminta maaf kepada para perawat di Indonesia dan semua masyarakat.

"Kami sudah menghubungi keluarga Rendy untuk meminta maaf. Namun karena berduka, jadi tidak bisa keluar kemana-mana, lalu saya utus adik Awang dan keluarga lainnya untuk menemui keluarga Rendy," kata Mix Yuliana saat jumpa pers dikediamannya, Selasa (3/8/2021).

Mix Yuliana juga menceritakan kejadian penganiayaan, yang tidak direncanakan. Sebab, awalnya ia menyuruh anaknya mencari isi tabung oksigen.

Selanjutnya, Awang pergi bersama adiknya dan bertiga berangkat membawa tabung kosong.

"Saya memikirkan mencari oksigen yang kesulitan, jadi awalnya saya tidak mengetahui kalau ada masalah. Saat itu saya masih fokus mengurus almarhum bapaknya Awang," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pihak keluarga, Asep Kholis yang turut menemui pihak keluarga perawat Rendy menyebutkan, awalnya pihak keluarga sudah minta maaf dan meminta untuk berdamai. Namun pihak keluarga Rendy sudah memaafkan, tapi untuk proses hukum tetap berlanjut.

"Kami meminta islah (damai) bersama, untuk mencari yang terbaik dan mendapat respon korban. Namun mereka memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan. Apa yang terjadi saat itu tidak direncanakan. Kami minta berdamai dan diberikan yang terbaik, agar menjadi pelajaran saat pandemi ini," papa Asep Kholis.

Kini pihak keluarga Awang membuka diri kepada masyarakat yang membutuhkan tabung oksigen. Hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tabung oksigen, sehingga pahala orang tua Awang yang telah meninggal dunia bisa terus mengalir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00