Dinas Kehutanan Lampung Minta Perusahaan Perkebunan Tidak Melakukan Pembakaran Lahan

KBRN, Bandar Lampung : Setelah peringatan agar pemerintah dan masyarakat mewaspadai terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau tahun ini berlangsung dilontarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisdika (BMKG) Lampung, kali ini peringatan untuk menhantisipasi bencana karhutla juga datang dari Dinas Kehutana Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah, mengatakan, pihak Coorporasi yang bergerak dibidang perkebunan, memiliki potensi penymbang kebakaran lahan di Lampung.

Untuk itu Yanyan Ruchyansyah meminta pihak perusahaan harus menyetop pembakaran tanaman tebu khususnya saat panen tiba. Meskipun lahan  perusahaan tidak menjadi urusan Dinas Kehutanan Lampung, namun menurutnya pembakaran tanaman tebu tetap terpantau oleh hotspot Dinas Keutanan dan Kementerian.

Sehingga hal tersebut merugikan Indonesia dalam program emisi gas rumah kaca. Yanyan juga mengungkapkan, Dinas Kehutanan terus berusaha membina para petani tidak main bakar di seluruh wilayah di Provinsi Lampung.

“Potensi kebakaran hutan selama musim kemarau sangat besar. Jadi pihak perusaahaan juga harus melakukan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran lahan,”tegasnya (1/8/2021).

Sebelumnya peringatan untuk mewaspadai dan mengantisipasi munculnya titik api atau hot spot yang diakibatkan karena terjadnya kebakaran hutan dan lahan, telah dilontarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisdika (BMKG) Lampung.

Dalam hal ini  BMKG Raden Intan Dua Lampung, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai potensi bencana dampak dari puncak musim kemarau tahun ini.

Hal itu karena mengingat, prediksi dari BMKG Raden Intan Dua Lampung, seluruh wilayah Provinsi Lampung mulai memasuki puncak musim kemarau dengan periode yang masih cukup panjang, yakni pada bulan Agustus ini hingga akhir September mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00