Gerakan Tetangga Jaga Tetangga, Salurkan Paket Sembako untuk Warga Isoman

Ketua RT Jl. Lada VIII saat menyerahkan paket sembako kepada keluarga pasien Isoman/ist

KBRN, Bandarlampung: Posko Gerakan Tetangga Jaga Tetangga, menyalurkan   paket sembako untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), lantaran terpapar Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Gerakan yang diinisiasi oleh Rislaini ini menyalurkan paket sembako kepada salah satu warga di Jl. Lada VIII Kelurahan Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung, yang sedang menjalani isoman di rumah.

"Paket sembako yang kita salurkan ini merupakan bantuan yang kita dapat dari Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana kemarin," kata Rislaini, kepada RRI.co.id, Minggu siang.

Selain menyalurkan paket sembako, pihaknya juga memberikan bantuan nasi boks kepada keluarga pasien.

"Nasi boks ini titipan dari pihak Kecamatan Way Halim, yang kita berikan untuk pasien dan keluarganya," tandasnya.

Gerakan Tetangga Jaga Tetangga digagas Rislaini karena terbatasnya aktivitas pasien saat sedang menjalani isoman di rumah.

"Gerakan ini untuk membantu warga yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Karena mereka (pasien) dan keluarganya tidak bisa keluar rumah," papar Rislaini.

Sebelumnya Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, Sabtu 31 Juli 2021 kemarin mengunjungi Posko Gerakan Tetangga Jaga Tetangga, di Jalan Kelud, Kelurahan Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim.

Selain melihat secara langsung kegiatan di posko, Eva juga menitipkan paket sembako untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Bunda mengapesiasi Gerakan Tetangga Jaga Tetangga Lawan Covid-19 yang digagas warga ini. Karena kita memang harus saling menjaga dan menguatkan," kata Eva Dwiana.

Menurut Eva, Gerakan Tetangga Jaga Tetangga yang diinisiasi kelompok mayarakat memang patut diapresiasi dan perlu terus menerus dikampanyekan di Kota Bandarlampung.

"Gerakan ini dapat mendorong kerjasama antar warga melewati masa pandemi dan bertujuan untuk meringankan beban. Gerakan ini juga bentuk gotong royong, menumbuhkan sikap sukarela, tolong menolong, kebersamaan, kekeluargaan serta meningkatkan kepedulian antar tetangga," paparnya.

Eva Dwiana menegaskan seluruh elemen masyarakat Kota Bandarlampung harus optimis dan mampu melalui masa sulit bila dilakukan secara bersama-sama.

"Untuk melewati pandemi ini tentu bukan menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah saja namun juga menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berkolaborasi dan bersinergi melewati kondisi ini," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00