Ini Kata Gubernur Soal Kelangkaan Obat di Lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan/ist

KBRN, Bandarlampung : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengakui, saat ini Provinsi Lampung mengalami kekurangan stok obat-obatan. Bahkan, seluruh Bupati dan Wali Kota mengeluhkan persoalan tersebut.

"Seluruh kepala daerah juga sudah  mengeluhkan kelangkaan obat ini," kata Arinal Djunaidi.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan upaya dalam mengatasi kelangkaan obat. Dia optimistis kelangkaan obat bisa segera diatasi. 

"Insya Allah persoalan ini bisa segera kita atasi. Saya mohon doa, karena ada sejumlah menteri yang sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu," paparnya.

Arinal Djunaidi menegaskan, di tengah pandemi Covid-19, komunikasi dan koordinasi dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya di Provinsi Lampung.

"Dalam kondisi seperti saat ini, komunikasi, koordinasi dan etika sangat dibutuhkan dalam menangani pandemi," pungkas Arinal.

Sebelumnya sejumlah pengelola apotek di Kecamatan Bandarjaya Timur, Kabupaten Lampung Tengah mengeluhkan kelangkaan obat-obatan.

Mujiono, salah satu pengelola apotek menuturkan, kelangkaan terutama terjadi pada obat flu dan batuk yang biasa dikonsumsi oleh warga tanpa resep atau antivirus yang sering direkomendasi dokter.

Pria yang sudah puluhan tahun bergelut di bidang farmasi itu juga menyebut vitamin menghilang di pasaran karena banyak warga ingin menguatkan imunitasnya.

"Obat batuk dan flu. Vitamin juga sulit. Permintaan obat antivirus dan vitamin tidak seimbang dengan kiriman dari pabrik dan perusahaan farmasi," ujar Mujiono.

Di Kota Metro juga terjadi kelangkaan obat antivirus dan vitamin. Bahkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan investigasi ke sejumlah apotek.

"Kami dari Kejari sengaja turun untuk mengetahui harga jual, dan penyebab terjadinya kelangkaan," tandas Kasi Intel Kejari Metro Rio Irawan P. Halim.

Dia memastikan, pihaknya tidak menemukan 11 macam antivirus yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan dijual di apotek.

Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh pemilik apotek dan toko obat di daerahnya.

"Kelangkaan obat-obatan ini karena tersendatnya pasokan dari Pengadaan Barang Farmasi (PBF)," papar Musa.

Musa memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan PBF untuk mengetahui kesiapan suplay dan menjamin stok obat di apotek.

"Karena kedepan akan ada mobilisasi obat-obatan dengan mengantar langsung ke kampung-kampung untuk memudahkan masyarakat mendapatkan obat dan kebutuhan lainnya, khususnya masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00