Larangan Mudik Diatur 3 Tahap, Ini yang Harus Diperhatikan Pengendara

Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu-Lampung, Sigit Mintarso/RRI

KBRN, Bandarlampung : Mudik bersama keluarga mengendarai mobil pribadi menjadi tradisi menyenangkan bagi sebagian masyarakat saat momen lebaran. Namun, pemerintah tahun ini melarang masyarakat mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Sigit Mintarso mengatakan, kebijakan peniadaan mudik lebaran yang berlaku secara nasional tahun ini terbagi dalam 3 tahap.

"Pertama, masa pengetatan mudik (pra) yang dimulai tanggal 22 April-5 Mei 2021. Pada periode ini, mudik bisa dilakukan dengan sejumlah syarat, yakni hasil negatif test PCR atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam, dan hasil negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan," kata Sigit Mintarso, Rabu, (5/5/2021).

Selanjutnya yang kedua,terang Sigit, masa peniadaan mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Pada tahapan ini, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang dikecualikan adalah untuk keperluan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, dan ibu hamil dengan syarat hasil negatif test PCR maksimal 3x24 jam, rapid test antigen maksimal 2x24 jam, dan hasil negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

"Ketiga, masa pengetatan mudik (pasca) yang dimulai pada tanggal 18-24 Mei 2021 mendatang," pungkasnya.

Sigit Mintarso menambahkan, meskipun tidak ada larangan mudik pada periode ketiga, namun pemerintah tetap memberlakukan syarat yang sama seperti pada tahap pertama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00