Ekonomi Lampung Diprediksi Akan Segera Pulih

KBRN, Bandarlampung: Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi stabil dan tetap terjaga namun tetap dalam kewaspadaan mengantisipasi tekanan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, dalam Forum Group Discussion (FGD) Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin(07/09/20), mengatakan, kebijakan relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK berupa pemberian relaksasi kredit bagi debitur terdampak COVID-19 maupun yang bekerjasama dengan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga maupun penempatan dana PEN pada Bank HIMBARA berjalan cukup efektif di Provinsi Lampung, hal ini tercermin dari mulai kembali membaiknya penyaluran kredit oleh perbankan pada Juni 2020, yang diikuti dengan perbaikan kredit bermasalah.

Meski pada triwulan III ini pertumbuhan ekonomi Lampung diproyeksi masih turun, namun pihaknya melihat ada perkembangan positif di sektor jasa keuangan, baik di perbankan dan sektor pembiayaan.

Dikatakan Bambang, data 0JK Provinsi Lampung pada Semester l-2020 menunjukan, kredit perbankan pada awal masa pandemi Covid-19 yaitu ApriI-Mei 2020 sempat mengalami penurunan, yaitu masing-masing turun 0,14% pada April 2020 dan kembali menurun sebesar 1% pada Mei 2020, namun demikian sejalan dengan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dan beberapa program pemulihan ekonomi nasional, pada Juni 2020 penyaluran kredit perbankan kembali tumbuh positif meskipun masih relatif rendah yaitu 0,64%.

Pihaknya juga akan terus mengawal penerapan POJK 11 dan 14 khususnya di daerah, sehingga dapat effektif untuk mengungkit sektor-sektor usaha seperti pertanian, industri pengolahan dan perdagangan eceren serta tidak menutup kemungkinan untuk sektor pariwisata.

“Untuk menggerakan secara masif pertumbuhan ini perlu adanya koordinasi antara pemerintah dan pemangku usaha, namun komando tetap mengendepankan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Bambang Hermanto.

Sementara anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Hasan yang yang hadir pada acara yang sama mengaku optimis dengan komitmen bersama, Provinsi Lampung akan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang terlebih dahulu pulih ekonominya, meskipun mungkin pertumbuhan ekonomi Lampung di triwulan III masih tumbuh negatif.

Menurut Marwan, optimisme itu muncul karena sektor utama pertumbuhan ekonomi di daerah ini ditopang sektor pertanian sebesar 30%, yang tidak terlalu terpengaruh dampak pandemi, kemudian ada sektor jasa dan perdagangan serta UMKM Lampung yang masih bisa dimaksimalkan dan status Lampung sebagai destinasi wisata baru.

“Harapan kita dengan adanya FGD ini mengumpulkan semua stakeholder terkait, meskipun mungkin nanti pada triwulan ketiga Lampung tetap akan tumbuh negatif, besar atau kecilnya juga kita tidak tahu, tetapi harapan kita Lampung bisa menjadi salah satu provinsi yang leading duluan reborn pulih ekonominya lebih dahulu dibandingkan provinsi lain di Indonesia, kenapa saya punya optimisme itu, karena 30% perekonomian Lampung ini ditopang oleh sektor pertanian dan kita tahu bahwa insyaallah pertanian itu kan bisa berjalan tanpa harus khawatir dengan protokol Covid-19, beda dengan transportasi dan perdagangan,” ujar Marwan Cik Hasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00