Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Edukasi Penggunaan BBM Berkualitas

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Asep Wicaksono Hadi , saat memberikan apresiasi kepada warga yang mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertamax, di Bandarlampung, Jumat(04/09/20).

KBRN, Bandarlampung: Memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2020, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para warga untuk menggunakan BBM berkualitas.

Tingkat konsumsi premium harian di Provinsi Lampung yang cukup tinggi, mendorong Pertamina MOR II Sumbagsel di Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 04 September 2020 melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa penggunaan BBM Premium peruntukkannya hanya untuk kendaraan keluaran tahun lawas dan untuk mereka yang membutuhkan subsidi.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Asep Wicaksono Hadi, Jumat(04/09/20), mengatakan, tingkat konsumsi premium di Provinsi Lampung mencapai 35% dari total kuota harian bbm gasoline di daerah ini, Provinsi Lampung sendiri kuota harian bbmnya mencapai 1.000 kiloliter.

Menurutnya, melihat persentase itu bisa dinilai bahwa tingkat konsumsi BBM premium yang memiliki strata paling bawah dari RON jenis gasoline lainnya ini cukup tinggi, padahal banyak BBM dengan oktan yang lebih tinggi seperti pertalite dan pertamax yang lebih ramah lingkungan dan bisa meningkatkan performace kendaraan bermotor.

Untuk meningkatkan konsumsi warga terhadap BBM dengan kualitas lebih baik, selain edukasi dan sosialisasi, pihaknya juga melakukan potongan harga pembelian BBM jenis pertamax yang pembayarannya melalui aplikasi MyPertamina.

"Ini kan hari pelanggan nasional ya, kita memilih lebih mengedukasi masyarakat yang menggunakan BBM khususnya premium, tingkat konsumsi premium di Lampung lumayan tinggi sekitar 35% dari total BBM gasoline yang dijual, jika perhari total 1.000 KL berarti ada 350 KL," ujar Asep Wicaksono Hadi.

Terkait wacana pemerintah menghapus premiun, dijelaskan Asep Wicaksono pada prinsipnya pihaknya sebagai pelaksana di lapangan siap melaksanakan kebijakan dari pemerintah jika program tersebut jadi digulirkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00