Juni 2022, Lampung Inflasi 1,20 Persen

KBRN Bandarlampung, Juni 2022 Lampung mengalami Inflasi sebesar 1,20 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,30 persen.

Juni 2022, IHK Lampung mengalami kenaikan indeks. Dengan demikian terjadi inflasi sebesar 1,20 persen. Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender, Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 3,64 persen, selanjutnya inflasi tahun ke tahun Juni 2022 terhadap Juni 2021 adalah sebesar 5,00 persen.

Kepala Badan Pusat Staistik –BPS- Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Sebaliknya, satu kelompok mengalami deflasi, sedangkan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Menurut Endang Retno, komoditas yang menyumbang laju inflasi yakni cabe merah, cabe rawit, bawang merah, angkutan udara, rokok kretek filter. Sementara itu, beberapa komoditas lainnya yang menahan laju inflasi seperti ikan kembung, kangkung, bawang putih, angkutan luar kota hingga minyak goreng.

Kenaikan yang terjadi pada cabai merah, cabai rawit serta bawang merah akibat terganggunya produksi akibat hama serta curah hujan yang cukup tinggi di sentra produksi cabai dan bawang merah. Sementara untuk angkutan udara, mengalami kenaikan karena adanya kebijakan dari pemerintah kepada maskapai untuk menaikkan biaya tambahan akibat kenaikan aftur yang tinggi.

"sedangkan produsen menaikkan harga rokok sebagai strategi menyikapi naiknya harga cukai tembakau", jelas Endang Retno (02/06/2022).

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Juni 2022, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 1,22 persen, sedangkan Kota Metro inflasi sebesar 1,07 persen. 

Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tertinggi. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Juni 2022 adalah subkelompok makanan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar