Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Luncurkan Program SIAP QRIS PUSAKA

KBRN, Bandarlampung: Kantor Perwakilan BI Prov. Lampung telah menyelenggarakan Grand Launching Program S.I.A.P QRIS PUSAKA, bertempat di Chandra Super Store Tanjung Karang, Bandar Lampung. 

Program SIAP QRIS PUSAKA ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan BBPOM di Bandar Lampung, sebagai wujud implementasi digitalisasi pembayaran pada pasar dan pusat perbelanjaan yang Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS di masa pandemi COVID-19 dengan produk yang Unggul, Sehat, Berkualitas, dan Aman di Provinsi Lampung.

Secara resmi program ini diterapkan pada 7 Pasar Tradisional dan 1 Pusat Perbelanjaan Modern/Mall di Provinsi Lampung yakni Pasar Kangkung, Pasar Bambu Kuning, Pasar Panjang, Pasar Pasir Gintung dan Chandra Supermarket & Dept. Store di Kota Bandar Lampung; Pasar Kopindo dan Pasar Cendrawasih di Kota Metro, serta Pasar Gading Rejo di Kab. Pringsewu. 

Terwujudnya program tsb di Provinsi Lampung tidak terlepas dari sinergi, kolaborasi dan dukungan dari 6 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Bank di Provinsi Lampung yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BCA dan Bank Danamon. 

Kegiatan ini turut diresmikan oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan dihadiri oleh Plt. Kepala BBPOM di Bandar Lampung; Kepala BBPOM Bandung, dan Pimpinan Chandra Group. kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kab. Pringsewu, Pimpinan OPD Vertikal Pemerintah Kota Bandar Lampung, Dirut PD Pasar Tapis Berseri serta Jajaran Pimpinan Perbankan di Provinsi Lampung. 

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan PSBI kepada 7 pasar dan 1 pusat perbelanjaan/mall, berupa dukungan jaringan wifi selama 12 bulan. Harapannya dukungan tsb dapat membantu pedagang/merchant untuk memanfaatkan teknologi pembayaran secara digital dengan lebih optimal. 

Semoga peresmian S.I.A.P QRIS PUSAKA ini dapat menjadi momentum kolaborasi antar lembaga dan Pemda untuk mewujudkan sinergi dalam upaya pemulihan ekonomi daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar