Triwulan I 2022, Industri Perusahaan Pembiayaan Di Lampung Tumbuh 3,44%

KBRN, Bandarlampung: Industri perusahaan pembiayaan di Provinsi Lampung tumbuh 3,44 persen pada triwulan I 2022, nilai itu melebihi angka pertumbuhan nasional sebesar 2,38 persen.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto mengatakan, secara nasional, industri perusahaan pembiayaan terus melanjutkan tren pertumbuhan.

Pada triwulan  tahun 2022, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 2,38% yoy atau 0,55% ytd dengan nilai piutang pembiayaan per Maret 2022 tercatat sebesar Rp397,73 T dengan nilai NPF atau pembiayaan bermasalah yang menunjukkan perbaikan dari sebelumnya 3,53% pada Desember 2021 menjadi 2,78% pada Maret 2022.

Menurut Bambang, kondisi yang sama ditunjukkan oleh industri perusahaan pembiayaan di Provinsi Lampung yang tumbuh 3,44% yoy atau 2,57% ytd dengan nilai piutang pembiayaan per Maret 2022 tercatat sebesar Rp7,9 T dan NPF yang membaik dari sebelumnya 2,68% pada Desember 2021 menjadi 2,48% pada Maret 2022.

Peningkatan piutang perusahaan pembiayaan baik secara nasional maupun di Lampung didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.

"Komposisi piutang pembiayaan didominasi oleh Pembiayaan Multiguna dan Pembiayaan Investasi dengan proporsi masing-masing sebesar Rp5.008 M (63,28%) dan Rp2.394 M (30,25%), bila dilihat dari proporsi pembiayaan yang disalurkan berdasarkan sektor ekonomi, masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar Rp3.065 M (38,73%) dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar Rp746 M (9,43%)," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan, relaksasi restrukturisasi kredit perusahaan pembiayaan di Provinsi Lampung masih terus berjalan sesuai dengan POJK Nomor 30/POJK.05/2021 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease (Covid) 2019 bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.

Dengan terbitnya POJK 30/POJK.05/2021 maka kebijakan stimulus ini akan diperpanjang hingga 17 April 2023 dari sebelumnya berakhir pada 17 April 2022.

Jumlah kontrak dan pokok kredit yang direlaksasi oleh Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Lampung terus bertambah walau tidak signifikan jika dibandingkan tahun 2021.

Posisi Maret 2022, jumlah kontrak pembiayaan yang disetujul relaksasi kreditnya sebanyak 111.355 kontrak dengan total outstanding pokok kredit yang direlaksasi sebesar Rp4.668 M.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar