Triwulan I 2022, NPL UMKM Lampung Meningkat 0,41%

KBRN, Bandarlampung: Pada Triwulan 1 tahun 2022 perbankan di Provinsi Lampung sudah cukup dapat mengendalikan kualitas kredit yaitu dengan membaiknya rasio kredit bermasalah (NPL) gross dari periode sebelumnya posisi Desember 2021 sebesar 4,55% menjadi sebesar 4,33% yang disebabkan menurunnya nominal kredit bermasalah sebesar Rp160,22 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp3,27 T menjadi sebesar Rp3,11 Triliun,

"Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2021, NPL tercatat juga membaik dari sebesar 4,95% menjadi 4,33% dengan nominal kredit bermasalah menurun dari Rp3, 38 T menjadi 3,11 T," ujar Bambang Hermanto, Kepala OJK Provinsi Lampung, Kamis(19/05/22).

Adapun 3 (tiga) sektor ekonomi penyumbang kredit bermasalah terbesar, yaitu: 1. Sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar Rp 1,56 triliun atau 50, 18%, 2. Pedagang besar dan eceran sebesar Rp844,67 M atau 27,11% dan 3. Penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar Rp366,52 Miliar (11,76%). 

Dikatakan Bambamg, pada triwulan 1 tahun 2022 kredit UMKM secara year on year (yoy) meningkat sebesar Rp4,49 Triliun (21,62%) dari Rp20,77 Triliun pada triwulan 1 tahun 2021 menjadi sebesar Rp25,26 Triliun pada posisi Triwulan 1 2022. Share kredit UMKM juga tercatat meningkat sebesar 4,78% yaitu dari sebesar 30,35% menjadi sebesar 35,13%. 

Namun menurutnya peningkatan pertumbuhan kredit ini juga diikuti dengan rasio kredit bermasalah yang meningkat sebesar 0,41% dari posisi Maret 2021 sebesar 3,53% menjadi sebesar 3,94% pada Maret 2022. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan nominal kredit NPL (gross) sebesar Rp262,23 Miliar yaitu sebesar Rp732,62 Miliar pada posisi Triwulan 1 2021 menjadi sebesar Rp994,86 Miliar pada posisi Triwulan 1 2022. 

"Ini menjadi konsen OJK dan Perbankan, agar kondisi tersebut dapat melandai," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar