Stok Minyak Goreng Murah Subsidi di Lampung Tengah Terbatas

Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Yulius Heri saat sidak minyak goreng di sebuah toko retail/foto: istimewa

KBRN, Lampung Tengah: Harga minyak goreng bersubsidi yang disiapkan oleh pemerintah dengan harga Rp.14.000 per liter ludes diserbu pembeli.

Akibatnya sejumlah pedagang di pasar tradisional dan modern di Kabupaten Lampung Tengah mengaku kehabisan stok.

Bahkan selama tiga hari terakhir, pedagang di Pasar Bandar Jaya dan sejumlah toko modern di Kabupaten Lampung Tengah, mengaku kehabisan stok minyak goreng bersubsidi yang disiapkan pemerintah dengan harga Rp.14.000 per liter.

Minyak goreng bersubsidi yang disiapkan oleh pemerintah tersebut langsung ludes diserbu oleh pembeli.

Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Yulius Heri mengatakan, pihaknya telah melakukan pantauan langsung, baik ke pasar tradisional maupun sejumlah toko modern.

"Kalau toko modern sudah mematuhi ketentuan besaran harga minyak goreng yang telah diperintahkan Kementerian Perdagangan dengan menjual dengan harga Rp.14.000 per liter," kata Yulius Heri, Senin (24/1/2022).

Namun Yulius Heri menjelaskan, pihaknya menemui persoalan di pasar tradisional, lantaran para pedagang tidak mengikuti ketentuan besaran harga minyak goreng yang telah disubsidi oleh pemerintah.

"Nah, kalau di pasar tradisional ini yang agak susah. Mereka (pedagang) menjual stok minyak goreng yang lama," tandasnya. 

Sementara itu, Tami, karyawan sebuah toko retail di kawasan Bandar Jaya menuturkan, pihaknya membatasi masyarakat yang akan membeli minyak goreng.

"Untuk minyak goreng kemasan satu liter, masyarakat cuma boleh beli dua pcs. Kalau untuk kemasan isi dua liter, dibatasi hanya satu pcs," terangnya.

Diketahui Pemerintah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng setara Rp.14.000 per liter yang telah dimulai pada Rabu, 19 Januari 2022 lalu.

Pada tahap awal, kebijakan satu harga tersebut berlaku di ritel modern, kemudian menyusul berlaku di pasar tradisional mulai 25 Januari 2022.

Kebijakan satu harga minyak goreng hanya berlaku bagi tiga jenis konsumen, yakni rumah tangga, usaha mikro dan usaha kecil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar