Nilai Transaksi Pasar Modal Di Lampung Mencapai 1,7 T Perbulan

KBRN, Bandarlampung: Kepala Bursa Effek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung, Hendi Prayogi, Rabu(13/10/21), mengatakan, jumlah investor di lampung setiap tahunnya mengalami peningkatan, pada tahun 2021 hingga bulan Agustus terdapat 21.730 penambahan investor baru di daerah ini yang membuka akun saham di bursa effek indonesia.

Menurut Hendi, penambahan tersebut telah melampaui target BEI lampung untuk di tahun 2021 yaitu 15.000 investor.

Dengan adanya penambahan itu maka total investor lampung saat ini mencapai  44.156, penambahan diharapkan dapat terus maksimal hingga akhir tahun ini.

Dikatakan Hendi, dibandingkan jumlah penduduk lampung yang mencapai 9 jkuta jiwa lebih, jumlah investor saat ini masih sangat sedikit, dan menempati urutan ke 16 dari 34 provinsi di Indonesia.

Namun demikian ditambahkannya, meski jumlah investor di Lampung tidak terlalu besar, tetapi untuk nilai transaksinya masuk 10 besar secara nasional atau mencapai 1,7 trilyun nilai transaksi saham perbulannya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pasar modal kepada masyarakat untuk meningkatkan minat mereka menjadi investor.

"Dalam sebulan ini transaksi saham di Lampung mencapai Rp1,7 trilyun, jadi beberapa bulan ini saya perhatikan angkanya di kisaran 1,5-2 trilyun perbulannya, kita di peringkat 9 nilai transaksi secara nasional," ujar Hendi.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang mencapai 9 juta lebih dan pertumbuhan ekonomi yang baik, peluang munculnya investor-investor baru dari daerah ini sangat besar.

Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan terutama pasar modal, BEI Lampung telah membentuk 4 desa nambung saham yang berada di Kabupaten Lampung dan Kabupaten Pesawaran serta didirikannya galeri investasi berkerjsama dengan perguruan tinggi yang ada di daerah ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00