Inflasi Bandarlampung Peringkat Ke – 22 Se – Indonesia

KBRN, Bandarlampung, Dari 90 kota secara nasional yang diamati perkembangan harganya pada Juni 2021, inflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke – 22, sementara Kota Metro menempati peringkat ke – 28.

BPS Provinsi Lampung mencatat, pada Juni 2021, Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,18 Persen. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari nasional yang mengalami deflasi.

Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar, terdapat sepuluh komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar selama bulan Juni 2021, yakni mobil; nasi dengan lauk; rokok kretek filter; daging ayam ras; obat dengan resep; kontrak rumah; cat tembok; beras; minyak goreng; dan telur ayam ras.

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Juni 2021, menurut Faizal Anwar, Kota Bandar Lampung  mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, dan Kota Metro sebesar 0,07 persen.

“inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat  ke-22 dan Kota Metro peringkat ke-28 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya”, jelas Faizal Anwar (02/07/2021).

Dari 90 kota IHK, 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang sebesar 1,36 persen, inflasi terendah terjadi di Pekanbaru dan Tanjung Selor masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,89 persen, deflasi terendah terjadi di Palembang sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Faizal Anwar, kelompok kesehatan mengalami inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,20 persen. Adapun subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada bulan Juni 2021 adalah subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan yaitu sebesar 3,11 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00