Banjir Bandang Merendam Desa Pasuruan Lamsel

KBRN, Lampung Selatan : Banjir bandang kembali merendam desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Minggu pagi (24/1/2021) dengan ketinggian air kurang lebih 40 cm yang di akibatkan hujan deras sehingga air dari Way Muloh meluap beberapa rumah terendam air dan 3 Hektare sawah diwilayah dusun Pasuruan bawah desa Pasuruan yang baru saja ditanami padi tersebut terendam luapan air Way Muloh dan Way Asahan.

Joko salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir warga dusun Pasuruan Bawah mengungkapkan, air meluap besar itu dari tadi subuh mas. Saya langsung membangunkan anak-anak dan istri untuk keluar rumah.

"Saya masih trauma mas, karena tahun 2018 lalu juga terjadi banjir bandang seperti ini bahkan lebih besar dari ini. Jadi saya pribadi masih merasa was-was kalau dari malem sudah hujan deras pasti tidak bisa tidur". Ungkap joko, Minggu (24/01/21)

Sementara Kepala desa Pasuruan, Sumali melalui Kasi Pelayanan Sugeng Hariyono saat dikonfirmasi ia membenarkan kejadian musibah tersebut.

"Ada beberapa rumah yang terendam banjir mas yang lainnya lahan sawah. Saya mengimbau masyarakat yang memiliki lahan di pegunungan tetap menjaga ekositem gunung, jangan sampai hutan dipegunungan menjadi gundul akibat seringnya penebangan hutan, perlu ada reboisasi untuk menjaga ekositem dan menanggulagi banjir serta tanah longsor. Kepada masyarakat yang ada di bertempat tinggal di sekitar sungai Way Muloh dan Way Asahan di mohon untuk tidak membuang sampah di sungai karena luapan air sungai pagi ini selain disebabkan intensitas hujan yang cukup deras disebabkan juga sampah yang menyumbat aliran air. Tetap waspada dan mari saling peduli dengan lingkungan sekitar".Tukas Sugeng Hariyono.

Hingga saat ini air menggenangi desa tersebut sudah surut dan hanya meninggalkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir bandang dan tidak ada korban jiwa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00