Capaian Program SIKOMANDAN Di Lampung Lebihi Target

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti saat memberikan sambutan dalam Rakor Monev Kegiatan SIKOMANDAN di Provinsi Lampung, Selasa(24/11/20).

KBRN, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung telah melampaui target yang diberikan Pemerintah Pusat dalam program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti saat ditemui dalam Rakor Monev Kegiatan SIKOMANDAN di Provinsi Lampung, Selasa(24/11/20), mengatakan, program SIKOMANDAN merupakan salah satu program yang mendukung Lampung menjadi lumbung ternak, dimana sapi-sapi di dipacu untuk wajib bunting.

Dijelaskan Lili, program SIKOMANDAN merupakan program lanjutan dari kegiatan Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) yang dikembangkan Kementerian Pertanian.

Ditambahkannya, untuk realisasi pelaksanaan SIKOMANDAN di Provinsi Lampung per 22 November 2020, dari target inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik terhadap induk sapi atau kerbau sebanyak 128.650 ekor telah mencapai 233.121 ekor atau 186,85%, target sapi bunting 73.241 ekor terealisasi 130.335 atau 181,02% dan target kelahiran dari 81.744 ekor terealisasi 125.913 atau 155,76%.

Dengan pencapaian target diatas 100% lanjut Lili, Provinsi Lampung diharapkan masuk dalam 5 besar secara nasional dalam pencapaian target program SIKOMANDAN.

Hal ini juga dikatakan Lili, menunjukkan bahwa Lampung siap dan mampu menjadi lumbung ternak secara nasional.

“Petugas-petugas insiminator kita di kabupaten/kota siap untuk melayani peternak-peternak kita, agar capaian Lampung sebagai lumbung ternak ini bisa tercapai, artinya kita berharap di tahun 2021, kita akan melakukan panen pedet hasil kegiatan SIKOMADAN ini, kita akan buktikan Lampung siap dan sanggup menjadi lumbung ternak,” ujar Lili Mawarti.

Lili juga berharap melalui kegiatan Rakor Monev Kegiatan SIKOMANDAN akan ditemukan berbagai kendala dilapangan dan didapat solusi terbaik, sehingga pada tahun 2021 mendatang, program ini dapat berjalan lebih maksimal lagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00