Kondisi DAS di Lampung Kritis

Lokakarya DAS berkelanjutan yang diselengarakan Mitra Bentala Lampung, Kamis (19/11/2020)/ist

KBRN, Bandarlampung : Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Lampung sekaligus juga sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Irawan Sukri Banuwa, M.Si menyampaikan, semua DAS yang ada di Provinsi Lampung dalam kondisi kritis. 

Menurutnya, menyikapi hal itu dibutuhkan perhatian dari semua pihak untuk melakukan pemulihan sesuai dengan perannya masing-masing.

"Sosialisasi terkait DAS harus terus dilakukan terutama kepada masyarakat," paparnya dalam lokakarya tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang Berkelanjutan yang diselenggarakan Mitra Bentara, di Bandarlampung, Kamis (19/11/2020).

Selain itu, lanjut Irawan Sukri, agar pengelolaan DAS di Provinsi Lampung dapat berkelanjutan, maka pengelolaannya harus bisa menjamin kelestarian sumberdaya alam, memenuhi kebutuhan ekonomi secara layak, dan dapat diterima secara sosial.

"Pada tahun 2006 Provinsi Lampung pernah melakukan deklarasi bersama yang ditandatangani oleh seluruh bupati dan walikota serta gubernur dalam rangka penyelamatan Bendungan Batu Tegi. Ini erat hubungannya dengan lokakarya hari ini, dalam rangka pengelolaan DAS yang berkelanjutan," pungkasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Yayan Ruchyansyah, M.Si, mengatakan, sesuai Undang-Undang, DAS adalah daerah daratan yang merupakan satu kesatuan ekosisitem dengan sungai dan anak-anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau dan laut secara alami.

"Yang dibatasi di darat merupakan pemisah topografis, dan batas di laut sampai dengan daerah pengairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan," urainya.

Yayan Ruchyansyah juga bilang, jika Provinsi Lampung memiliki sebanyak 285 DAS.

"Dari jumlah itu, 278 DAS dipertahankan dan 7 lainnya dipulihkan, seperti DAS Tulangbawang, Mesuji, Sekampung, Seputih, Semaka dan Ambar Kambas," jelas Yayan.

Direktur Mitra Bentala, Mashabi mengatakan lokakarya digelar untuk melihat gambaran atau potret DAS di Provinsi Lampung.

"Apa yang mesti dilakukan dan berharap semua elemen memiliki komitmen untuk menjaga DAS yang ada di Provinsi Lampung," tandasnya.

Diketahui Provinsi Lampung memiliki DAS Besar seperti DAS Way Seputih, Way  Semaka, Way Tulangbawang, Way Sekampung dan Way Mesuji.

Ketersediaan air sepanjang tahun sangat tergantung dari keberadaan DAS-DAS ini. Banjir bandang atau luapan air sungai, longsor dan kekeringan saat musim hujan menandakan bagian hulu DAS dalam kondisi yang kritis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00