Polda Lampung Ancam Pelajar Yang Ikut Demo Kembali Tidak Bisa Mengurus SKCK

KBRN, Bandarlampung: Polda Lampung akan memberikan sanksi lebih tegas kepada para pelajar yang terdata saat mengikuti demo berujung anarkis belum lama ini, jika kedapatan mengikuti demo kembali.

Kabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad,  Selasa(13/10/20), mengatakan, para pelajar yang kemarin mengikut demo berujung anarkis di DRPD Lampung akan diberi sanksi tidak bisa mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) jika masih mengikuti demo.

Menurutnya, nama para pelajar akan dicatat sehingga saat lulus sekolah tak mendapatkan SKCK untuk melamar kerja.

Upaya ini dikatakan Kabid Humas Polda Lampung tersebut, langkah pihaknya dalam mencegah agar tidak ada aksi unjuk rasa susulan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Kalau dia (pelajar yang diamankan saat demo) mengulangi perbuatan kedua kalinya atau mengikuti demo lagi hal itu akan berpengaruh terhadap SKCK," ujar Pandra.

Pandra mengungkapkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung dan kabupaten/kota.

"Hasil komunikasi kami dari pihak Disdik sudah ada kebijakan untuk para kepala sekolah agar benar-benar mendata, meng-absen setiap siswanya dan itu merupakan kriteria khusus dan akan diberikan penugasan dari pagi sampai sore, dan apabila tidak mengikuti pelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh, maka itu akan mengurangi penilaian dalam belajar mengajarnya nanti," kata Pandra.

Lebih lanjut dikatakan, dalam aksi demo pada 7-8 Oktober 2020 lalu, sebanyak 262 orang diamankan.

"Dari ratusan orang yang diamankan itu, 90 persen adalah pelajar," ungkapnya.

Para pelajar yang telah dipulangkan tersebut, dikatakan Pandra, sudah membuat surat pernyataan tidak akan lagi melakukan perbuatan aksi damai yang berakhir ricuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00