Kota Metro Siap Menuju Sanitasi Aman

Walikota Metro Ahmad Pairin saat menerima SNV Netherland Development Organitation, Kamis (23/9/2020)

KBRN, Metro : Walikota Metro, Ahmad Pairin menyatakan kesiapan daerahnya  mewujudkan kondisi sanitasi aman, sesuai yang ditargetkan nasional.  

Hal ini disampaikan Ahmad Pairin saat menerima audienai SNV Netherland Development Organitation, untuk percepatan sanitasi aman Kamis (24/09/2020).

"Pencapaian sanitasi aman sebagai tindaklanjut ditetapkannya Kota Metro sebagai kota berstatus Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada November 2019 silam," jelas Ahmad Pairin, dalam rilis yang diterima rri.co.id, Kamis malam.

Dia menyampaikan, untuk menuju sanitasi aman, Kota Metro akan menyiapkan layanan lumpur tinja terjadwal (LLTT),  dimana masyarakat didorong melakukan penyedotan tinja secara periodik setiap 3-5 tahun sekali. "Nanti biayanya akan kita kaji dan sepakati bersama,” katanya.

Pairin berharap upaya ini menjadi langkah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat. Selain itu juga untuk dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi kota. 

Dalam kesempatan yang sama, Urban Sanitation Specialist SNV, I Nyoman Suartana menyampaikan Kota Metro sudah mencapai 91% akses sanitasi layak dan 3% akses sanitasi aman. 

"Kota Metro mempunyai potensi yang sangat besar untuk mencapai target sanitasi aman karena sudah memiliki modal yakni instalasi pengelolaan lumpur tinja (IPL)," tandas Nyoman.

Selain itu dia menambahkan, Kota Metro juga sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan Air Limbah Domestik. "Saat ini yang harus dilakukan menyiapkan aturan pelaksanaan dan menyiapkan lembaga pengelola," tegasnya. 

Sementara Kepala Bappeda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo menambahkan, langkah awal mewujudkan sanitasi aman dimulai dengan penyedotan septic tank secara berkala di instansi pemerintah dan tempat umum.

WASH Advisor SNV, Bambang Pujiatmoko  menyatakan jika target sanitasi aman tercapai, Kota Metro berpotensi menjadi salah satu kota pusat pembelajaran pengelolaan sanitasi aman di Provinsi Lampung.

Selain berdiskusi, SNV juga menyerahkan bantuan 10 unit sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada Pemerintah Kota Metro. Sarana CTPS ini akan ditempatkan di taman-taman dan Rusunawa mahasiswa. 

"Dalam kondisi pandemi ini, sarana CTPS bermanfaat untuk masyarakat. Namun CTPS bukan hanya karena covid, tetapi juga untuk pencegahan penyakit lainnya seperti diare, ISPA, Hepatitis A, dan lainnya," pungkas Ahmad Pairin.

Selain di Metro, sebelumnya SNV telah menghibahkan sarana CTPS kepada Pemerintah Kota Bandarlampung dengan jumlah yang sama.

Sarana CTPS ditempatkan di sejumlah pasar diantaranya Pasar Untung Surapati, Pasar Way Kandis, Pasar Waydadi, Pasar Alhuda, dan beberapa lokasi lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00