Pemprov Lampung Apresiasi Bantuan 350 Ribu Kartu Perdana XL Untuk Pendidikan

Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi didampingi Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar saat menyerahkan bantuan kartu perdana XL secara simbolis, Kamis(24/09/20).

KBRN, Bandarlampung: Pemprov Lampung mengapresiasi bantuan 350 ribu kartu perdana dari PT XL Axiata, bantuan kuota internet itu akan diperuntukkan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK/SLB di Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, Kamis(24/09/20), mengatakan, situasi hidup di tengah pandemi yang tidak pernah terbayangkan memaksa semua harus berubah dengan kebiasaan baru termasuk dunia pendidikan.

Menurut Wagub, pendidikan dari semua jenjang saat ini masih melakukan pelaksanaannya melalui daring, sementara infrastruktur belum maksimal untuk melakukan pendidikan seperti ini yang sangat membutuhkan kuota internet, sedangkan anggaran baik dari pusat maupun daerah mengalami devisit sebab menurunnya pendapatan daerah.

Hal ini ditambahkannya, merupakan efek domino yang awalnya persoalan kesehatan menjadi masalah di mana-mana dan semua harus berdamai dengan situasi.

Dengan adanya bantuan ini Wagub mengaku sangat bersyukur serta mengapresiasi pihak swasta seperti PT XL Axiata yang memberikan bantuan 350 ribu kartu perdana axis bagi dunia pendidikan di Lampung dengan kuota 30 GB.

Dijelaskan Wagub, pihak swasta sebenarnya bukan yang berkewajiban utama mengatasai pandemi ini, namun dengan sukarela membantu pemerintah bergotong-royong, sebab menghadapi pandemi ini hanya bisa dilakukan dengan gotong-royong dan kekompakan semua pihak termasuk pihak swasta.

“Untuk yang belum mulai (pembelajaran) secara fisik, hari sangat membutuhkan yang namanya kuota internet, dan (Pemprov Lampung) menghargai apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT XL Axiata yang memberikan bantuan ditengah kesulitan yang dialami baik itu oleh anak murid oleh siswa-siswa dan juga yang menemukan kesulitan bukan hanya keluarga atau orang tua siswa, Guru dan tenaga pendidikan juga kita mengalami kesulitan karena struktur pembiayaan melalui anggaran dalam hal ini Pemerintah Daerah memang posisinya karena ini situasi yang baru kita juga belum terlalu bisa untuk total yang menyelenggarakan dengan kebutuhan-kebutuhan sekolah jarak jauh ini,” ujar Chusnunia Chalim.

Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar, mengatakan, bantuan kartu perdana XL sebanyak 350 ribu ini untuk membantu layanan pembelajaran jarak jauh berupa paket kuota internet bagi siswa, guru dan tenaga pendidik se Provinsi Lampung.

Dijelaskan Sulpakar, untuk tingkat SMA bantuan yang disalurkan kepada 504 SMA Negeri, dengan rincian 154.815 siswa, 10.781 guru  dan 3.170 tenaga kependidikan, bagi tingkat SMK, sekolah yang mendapat bantuan sebanyak 484, dengan jumlah siswa 151.105 orang, guru 10.057, tenaga kependidikan 2.484 orang, sedangkan SLB yang dibantu sebanyak 28 sekolah, siswa 2.074, guru 419, tenga kependidikan 123 orang.

“Kegiatan hari ini adalah penyerahan bantuan kartu perdana XL 350 ribu kepada siswa, guru dan tenaga pendidik SMA/SMK dan SLB se Provinsi Lampung dari PT XL Axiata Tbk cabang Lampung,” ujar Sulpakar.

Ditambahkannya, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga terus berupaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini diantaranya memaksimalkan aplikasi Smart School Lampung berjaya yang merupakan suatu konsep sekolah berbasis teknologi dan digunakan dalam proses belajar mengajar yang memuat fitur pembelajaran abad 21.

Selain itu lanjut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tersebut,  bantuan kuota dari pemerintah pusat sejak tanggal 22 September lalu juga telah disalurkan kepada para siswa.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan secara simbolis oleh Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi didampingi Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar kepada guru, siswa dan tenaga kependidikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00