2000 kg Daging Celeng Dimusnahkan

Pemusnahan Daging Celeng .jpg

KBRN,  lampung Selatan : Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung musnahkan barang tahanan daging celeng/babi hutan sebanyak 2000 Kilogram di kantor karantina pertanian wilker Bakauheni Lampung Selatan, Jum'at (14/08/20)

Pemusnahan pada hari ini adalah hasil daripada dua kali ungkap kasus hasil kerjasama yakni yang pertama dilakukan oleh Polsek Panjang Polrestas Bandar lampung yang mana pengungkapan terjadi pada tanggal 17 Juni 2020.

"Polsek panjang mendapati 900 kilogram daging diduga kuat adalah daging celeng didalam sebuah truk diwilayah Suban, Bandar Lampung. Setelah itu langsung diserahterimakan kepada balai karantina pertanian bandar lampung. Dan pada tanggal 4 Agustus 2020 Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni kembali mengamankan sebuah truk yang mana ada saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1100 Kilogram daging celeng tanpa dokumen yang sah dengan modus ditutupi barang-barang paket lainnya".Ungkap Kasi Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung, Karman.

Sementara Kasi Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung Herwintati  juga menambahkan, perlu diketahui bahwa kenapa saat ini kami menegakkan aturan terkait dengan perdagangan lalulintas daging celeng memang tidak dilengkapi persyarakatan yang diwajibkan sesuai dengan UU No.21 tahun 2020 dimana pada Pasal 33 sampai Pasal 35 dinyatakan disitu bahwa harus melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang sudah ditetapkan kemudian harus melaporkan kepada petugas karantina dan harus memenuhi persyaratan.

"Untuk persyaratannya yakni pertama harus memiliki sertifikat kesehatan hewan yang diterbitkan dari daerah setempat, kemudian dilengkapi hasil laboratorium yang memang dari nilai pengujian bakteri dibawah dari 1 juta, kemudian dilengkapi juga dengan rekomendasi pemasukan dari daerah asal. Ini menjadi persyaratan pokok karena perlu diketahui bahwa saat ini ada semarak bahwa laulintas daging celeng ini banyak disalahgunakan dengan dicampur menggunakan daging sapi, sehingga itu yang menjadi pengawasan dan pengendalian kita untuk lalulintasnya".Imbuh Herwin, Jum'at (14/08/20)

Selanjutnya, untuk meyakinkan dan menjamin bahwa lalulintas yang kita terbitkan berupa sertifikan dari pejabat karantina adalah yang betul-betuk yang sudah memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan baik standar pengujiannya maupun standar dokumennya.

Saat ini kami juga pihak Karantina seperti yang sudah rutin jadi kita menegakkan aturan yang ilegal dan kita juga sudah menerbitkan yang sudah memenuhi syarat. Rata-rata ada yang lalulintas dari Bengkulu maupun dari Palembang itu rutin minimal 1 bulan sekali melalulintaskan daging celeng tujuan kebun binatang Ragunan dan tujuan Sulawesi Tengah. Ini perlu kita sampaikan ke masyarakat bahwa kita akan tetap menjamin kesehatannya apabila ini betul-betul tujuannya jelas.[*]

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00