KSKP Kembali Amankan Ribuan Ekor Burung Tanpa Dokumen

KBRN, Lampung Selatan - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama petugas Balai Karantina Pertanian kelas 1 Bandar Lampung Wilker Bakauheni kembali mengagalkan pengiriman ribuan ekor satwa liar jenis burung di Area Pemeriksaan Seaport Interdiction pintu masuk pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah mengungkapkan, pihaknya bersama petugas Balai Karantina Pertanian, pada Rabu (12/08/20) sekira pukul 23.00 wib berhasil mengagalkan pengiriman ribuan satwa liar jenis burung sebanyak 1.723 ekor berasal dari Bandar Lampung dengan tujuan Jawa Tengah menggunakan Kendaraan jenis daihatsu xenia nopol B 2172 TFN.

"Kami mengamankan burung tersebut karena baik dari pemilik atau pembawa satwa liar jenis burung tersebut tidak memiliki dokumen yang sah. Diantara burung-burung tersebut kami juga menemukan beberapa burung yang dilindungi dan kami akan koordinasikan ke pihak karantina pertanian. Untuk proses hukum selanjutnya kami serahterimakan satwa liar jenis burung tersebut ke Balai Karantina pertanian kelas 1 Bandar Lampung,” kata AKP Ferdiansyah, Kamis (13/08/20).

Selain itu, petugas medik veteriner Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung Wilker Bakauheni Drh. Isaias Gilang Aditya mengatakan, untuk jenis burung yang diamankan petugas yakni ada Ciblek, Prenjak, glatik, Srindit, Jalak kebo, Kinoi, pleci, dan pelatuk beras.

"Untuk tindak lanjut dari karantina sendiri kami akan memeriksa kesehatan satwa liar jenis burung tersebut secara umum dan apabila nanti sudah dinyatakan sehat kami akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA akan menentukan tempat untuk pelepasliaran ataupun jika ada yang perlu direhabilitasi kendalinya ada di BKSDA,” kata dia.

Selanjutnya, jadi pihaknya memastikan burung-burung ini tidak berpotensi menularkan penyakit bagi hewan-hewan yang ada dialam.

"Kalau untuk pelepasliaran sendiri tentunya pihak BKSDA sudah mempunyai tempat-tempat seperti hutan lindung atau tempat-tempat yang mereka memang sudah tentukan menjadi tempat pelepasliarannya. Jadi tempat itu adalah hutan ataupun lokasi yang memungkinkan untuk burung-burung ini bisa hidup dengan baik,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00