Menag Tegaskan Tidak Boleh Ada Benih Radikalisme Dalam Tubuh ASN

Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi saat menandatangani prasasti diresmikannya gedung yang pembangunannya dibiayai oleh dana SBSN di Lampung, Selasa(11/08/20).

KBRN, Bandar Lampung: Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi melakukan kunjungan kerja dalam rangka Pembinaan serta Silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren dan Pimpinan Lembaga Lintas Agama di Gedung Arofah 2, Komplek Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa(11/08/20).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung, Forkopimda, Ketua MUI, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Rektor IAIN Metro, Tokoh Lintas Agama, Pimpinan Pondok Pesantren, seluruh pejabat dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Kemenag dari 15 Kabupaten / Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, para Pengawas, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali pondok pesantren. Oleh sebab itu, Pemerintah telah memberikan penghargaan yang tinggi kepada pesantren dengan adanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. Yang mengatur mengenai penyelenggaraan fungsi pendidikan, dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

“Karena pesantren merupakan gudang tempat lahirnya banyak ulama dengan wawasan kebangsaan yang tinggi. Serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, dan moderat. Sehingga kita bangga dengan pesantren dan harus merawatnya sebaik mungkin. Mudah-mudahan pesantren dapat lebih tertata lagi di banding dengan waktu-waktu yang lalu,” kata orang nomor satu di Kementerian Agama Republik Indonesia ini.

Selain itu, lanjut Menag, kerukunan umat beragama di Indonesia menjadi contoh di dunia. Karena meskipun terdapat banyak perbedaan di Indonesia, namun masyarakatnya dapat menjaga toleransi dan keharmonisan hidup antar umat beragama.

“Untuk ASN khususnya Kementerian Agama tidak boleh ada satu orang pun yang berpikiran untuk berseberangan dengan Pancasila. Tidak boleh berpikiran untuk menimbulkan keributan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena ASN di bayar oleh negara dengan menggunakan uang rakyat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,” tegas Menag.

Menag menambahkan, tidak boleh ada benih-benih radikalisme di dalam tubuh ASN.

“Kalau masih tetap ada, maka akan kami keluarkan. ASN harus dapat menjaga reputasi dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Menag juga menyatakan kebanggaannya terhadap MAN IC, karena pada saat pendaftaran beberapa waktu lalu peminatnya sangat luar biasa banyak.

“Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat menaruh kepercayaan yang besar terhadap MAN IC ini,” ungkapnya.

Setelah sambutan, Menteri Agama kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda resminya gedung yang pembangunannya dibiayai oleh dana SBSN. Rinciannya adalah Gedung KUA Pegelaran Utara, KUA Tulang Bawang Udik, KUA Way Sulan Lampung Selatan, KUA Bulok Tanggamus, dan KUA Labuhan Ratu Lampung Timur. Serta Gedung Asrama Siswa dua lantai yang ada di MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Asrama Siswa MAN 2 Bandar Lampung, dan Asrama MTs N 2 Bandar Lampung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00