Penyelundupan Ribuan Burung Asal Sumatra Kembali Digagalkan Karantina Pertanian Lampung

KBRN, Bandar Lampung- Karantina Pertanian Lampung bersama tim gabungan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan NGO Flight Protecting Indonesia's Bird kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan burung sebanyak 2.074 ekor, Selasa (07/07) malam.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh.Jumadh mengatakan bahwa penggagalan upaya penyelundupan burung tersebut saat tim gabungan melakukan operasi bersama di Pelabuhan Bakauheni, dan berhasil menahan 116 bok yang diangkut oleh 2 (dua) unit mobil asal Lampung dan Bengkulu yang akan dibawa menuju Jawa. Komoditas tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang dipersyaratkan.

"Burung-burung tersebut terdiri dari Murai air, poksay air, kolibri, perkutut, ciblek, pleci, trocok, prenjak, kinoi, tledekan, sikatan, jalak kerbau dan gelatik batu dengan total 2.074 ekor," ujar Muh.Jumadh.

Atas perbuatan pelaku, kemudian tim gabungan mengamankan komoditas ilegal tersebut untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil secara terpisah mengajak untuk terus menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dari berbagai bentuk penyelundupan satwa asli Indonesia serta mengapresiasi kinerja semua pihak termasuk TNI maupun Polri dalam mengawal proses tindakan karantina di Propinsi Lampung.

Dengan komitmen menjaga keanekaragaman hayati hewani tentu otomatis akan terjamin keseimbangan ekosistem . Hal ini tentu mendukung program Kementan yang telah digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam menyediakan pangan cukup, sehat serta aman. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00