Akibat Kebakaran PT.Mardec Siger Way Kanan Merugi Hampir Rp.50 Milyar

Polres Waykanan dan Polsek Blambangan Umpu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di pabrik karet milik PT Mardec Siger Way Kanan di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambanganumpu.

Dari olah TKP tersebut, diketahui seluruh gudang  pabrik tersebut ludes dilahap si ‘jago merah, Hal tersebut dijelaskan Kapolsek Blambangan Umpu,Kompol Edy Saputra ketika ditemui RRI diruang kerjanya, Rabu (08/08/2020)

Kompol Edi Saputra menuturkan sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait kebakaran tersebutDirinya menjelaskan dari hasil olah TKP sementara diketahui  kebakaran bermula dari lantai 4. Kemudian asap muncul dari kamar jemur di lantai 2, kemudian saksi bergegas turun ke kamar jemur di lantai 2.

"dari hasil olah TKP sementara diketahui  kebakaran bermula dari lantai 4. Kemudian asap muncul dari kamar jemur di lantai 2, kemudian saksi bergegas turun ke kamar jemur di lantai 2"Jelas Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan saksi kemudian berteriak untuk meminta pertolongan kepada orang lain.Karena melihat api muncul dari ruang kamar C lantai 2, yang lampu penerangannya terjadi korsleting dan membakar karet yang dijemur di lantai 2, dan apinya sudah membesarKemudian saksi berupaya menyemprotkan api menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Namun, api tidak berhasil dipadamkan hingga menyebar ke seluruh kamar jemur pengeringan karet.

Lebih Lanjut Edy Saputra mengatakan atas kejadian tersebut karet kering yang terbakar diperkirakan sebanyak 3.400 ton ditaksir kerugian sebanyak Rp50 miliar.

"Atas kejadian tersebut karet kering yang terbakar diperkirakan sebanyak 3.400 ton ditaksir kerugian sebanyak Rp50 miliar"Ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya telah terjadi kebakaran di salah satu gudang milik PT.mardec Siger way kanan pada Senin 06 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 Wib Walaupun dari pihak Damkar setempat telah mendatangkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran kelokasi kejadian namun tidak bisa memadamkan api, hanya bisa memberikan batas agar api tidak menjalar lebih luas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00