Oknum Lembaga Anak Di Lamtim Cabuli Gadis 14 Tahun

KBRN, Bandarlampung - Seorang remaja perempuan di Lampung Timur diduga menjadi korban pemerkosaan oleh oknum petugas lembaga pemberdayaan perempuan dan anak.

Didampingi orangtua dan pendamping hukum, korban berinisial N (14) melapor ke Polda Lampung.

Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Toni Fisher mengatakan, perbuatan terduga pelaku sangat mencoreng lembaga perlindungan perempuan dan anak.

“Jika benar terbukti pelaku melakukan itu, sebaiknya dihukum seberat mungkin. Sebab pelakunya ini orang yang mengerti undang undang tentang anak," kata Toni, Minggu (5/7/2020).

Toni berharap kepada aparat kepolisian yang menangani masalah ini untuk menerapkan hukuman paling berat.

Sementara itu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung mengindikasikan ada beberapa korban kekerasan seksual yang dilakukan oknum Kepala UPT P2TP2A Lamtim tersebut.

Hal tersebut berdasarkan penuturan dan sepengetahuan korban selama berada di rumah aman milik P2TP2A.

"Tidak menutup kemungkinan ada korban lain selain Nf, karena menurut Nf ada dua orang lagi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku DA," kata Advokasi LBH Bandar Lampung Anugrah Prima.

Kasus pencabulan yang dialami Nf (14) warga way Jepara, Lampung Timur diduga sudah berjalan kurang lebih 6 bulan. Tindakan itu baru terkuak setelah korban memberanikan diri menceritakan apa yang ia alami selama berada di rumah aman yang dirujuk oleh UPT P2TP2A Kabupaten Lampung Timur.

Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan yang diterima selama berada di rumah aman UPT P2TP2A itu akhirnya korban berani buka suara kepada paman korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00