PGRI Way Kanan berikan bantuan kepada korban kebakaran

Ketua PGRI Way Kanan,Aan Primadona Roza sedang memberikan bantuan

KBRN, Way Kanan: Guna meringankan beban  dan sekaligus rasa solidaritas Pengurus PGRI Kabupaten Way Kanan memberikan bantuan berupa sembako kepada Ibu May Saroh seorang guru yang mengalami musibah kebakaran di rumah dinas guru SDN 01 Bonglai kecamatan Banjit, Sabtu (04/07/2020)

Ketua PGRI  Kabupaten Way Kanan, Aan Primadona Roza menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritass terhadap sesama profesi guna meringankan beban yang dialami oleh seorang guru yang kebetulan mendiami rumah Dinas SDN 01 Bonglai Kecamatan Banjit yang kebakaran.

"Hari ini kami dari PGRI Way Kanan bersilaturahmi dengan ibu Maysaroh seorang guru yang korban kebakaran di sekolah ini sekaligus memberikan sedikit bantuan sembako sebagai solidaritas kami sesama guru." jelas Aan.

Sementara itu Ibu Maysaroh guru yang tinggal di rumah dinas SDN Bonglai Kecamatan Banjit tersebut yang merupakan kebakaran mengucapkan terimakasih kepada segenap pengurus PGRI yang telah Sudi hadir bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan, dirinya mengatakan bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dikarenakan sementara dirinya harus menumpang di rumah family, yang memang kebetulan dekat dengan Sekolah tersebut.

"Saya sangat berterimakasih kepada pengurus PGRI yang telah Sudi hadir dan memberikan bantuan kepada saya dan tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya". ungkap Maysaroh.

Sebelumnya telah terjadi kebakaran satu Unit perumahan Dinas Guru dan isinya di lingkungan SD negeri 1 Bonglai Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan, Akibatnya semua barang berharga dan berkas penting lain nya tak tersisa di lalap si jago merah. Kebakaran itu terjadi pada hari Rabu 1 Juli 2020 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kebakaran sempat merembet ke kantor sekolah, namun beruntung bisa di padamkan oleh warga setempat dalam waktu singkat.

Menurut keterangan warga, dan saksi kejadian  diperkirakan bermula dari hubungan pendek arus listrik dari sebuah perumahan sekolah yang di huni oleh Ibu Eka Maysaroh salah satu tenaga pengajar di SD tersebut, namun pada saat kejadian terbakarnya rumah dinas guru tersebut Ibu Eka Maysaroh sedang tidak berada di tempat, Karena sedang pulang ke rumah orangtuanya di Bandar Jaya Lampung Tengah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00