Gugus Tugas Siapkan Rapid Test Massal di Pasar dan Terminal

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Dr. Reihana, M.Kes

KBRN, Bandarlampung : Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung menyiapkan rapid test massal di sejumlah lokasi keramaian di kabupaten/kota.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana, mengungkapkan rapid test di Kota Bandar Lampung akan dilakukan terhadap pengunjung dan pedagang di delapan pasar dan satu terminal.

“Rapid test massal akan dilakukan di Pasar Smep, Pasar Bambu Kuning, Pasar Way Halim dan Terminal Kemiling,” kata Reihana, Jumat (3/07/2020).

Reihana menjelaskan, selain di Kota Bandar Lampung, test massal juga akan dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan.  

"Di Kabupaten Lampung Tengah, rapid akan dilakukan di Pasar Bandar Jaya. Kabupaten Pesawaran dilakukan di Pasar Gedong Tataan. Sedangkan Kabupaten Lampung Selatan, rapid test akan dilakukan di Pasar Natar, Pasar Jati Agung dan Pasar Kalianda," paparnya.

Delapan pasar dan satu terminal di empat kabupaten/kota itu dipilih lantaran dikhawatirkan memiliki penularan pasien cukup banyak.

“Pasar dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Kami masih menyiapkan alat rapid test dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tandas  Reihana.

Dia memastikan, jika dalam pelaksanaan rapid test ditemukan masyarakat yang reaktif, Dinas Kesehatan akan langsung melakukan pemeriksaan swab.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung merilis, hingga Jumat 3 Juli 2020, tidak terjadi penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kini total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 193 orang, dengan rincian, 153 orang dinyatakan sembuh, 28 orang masih dalam perawatan, dan 12 orang meninggal dunia. 

Sementara, tercatat satu penambahan pasien dalam pengawasan (PDP), sehingga total PDP sebanyak 176 orang. Dari jumlah itu, 4 orang masih dalam perawatan, 142 PDP dipulangkan dengan hasil negatif, dan 30 pasien meninggal dunia.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 3.654 orang. Rinciannya, 107 ODP masih dalam pantauan, 3.538 orang selesai dipantau selama 14 hari, dan sembilan ODP meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00