Karantina Pertanian Lampung Kembali Gagalkan Penyelundupan 1.673 Ekor Burung Tak Berdokumen

KBRN, Lampung Selatan - Setelah pekan lalu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 400 ekor Burung Kacer tujuan Jakarta, kini Karantina Pertanian Lampung kembali menggagalkan ribuan ekor burung asal Bandar Lampung yang akan dibawa menuju Tangerang dan Bekasi  Kamis (02/07).

"Penangkapan ini bermula saat Petugas Karantina Pertanian Lampung melakukan pengawasan rutin di Pintu Masuk Pelabuhan dan saat melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) mobil jenis pick up dan travel, kemudian ditemukan puluhan box berisi burung," ujar Muh.Jumadh, Kepala Karantina Pertanian Lampung.

Setelah sopir yang membawa dimintai keterangan oleh petugas, ternyata ratusan burung tersebut tidak disertai dokumen yang dipersyaratkan,"ujar Muh.Jumadh.

Muh.Jumadh mengatakan berbagai jenis burung tersebut diantaranya adalah Tledekan, Pelatuk bawang, Ciblek, Prenjak, Kacer, Burung madu, Pleci, Poksay Mandarin, Murai AirGelatik Batu, Perkutut, Poksay Rambo, Srigunting, Cipau, Trucuk dan Prenjak dengan total 1.673 ekor.

Atas perbuatannya pelaku tersebut, Karantina Pertanian Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni mengamankan komoditas ilegal tersebut untuk proses lebih lanjut.

"Dalam pengawasan lalulintas komoditas pertanian termasuk antisipasi berbagai upaya penyelundupan satwa,  Karantina Pertanian Lampung telah bersinergi dengan baik dengan seluruh instansi terkait di Pelabuhan",ujar Muh.Jumadh.

Perkuat Pengawasan

Kepala Badan Karantina Pertanian, (Barantan), Ali Jamil secara terpisah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama dari pihak TNI dan Polri dalam mengawal tindakan karantina di Propinsi Lampung.

Hal ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh program Kementan yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam menyediakan bahan pangan yang cukup, sehat dan aman. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00