Rem Blong, Bus Bawa Belasan Pelajar Ke Pantai Minang Rua Kecelakaan, Satu Orang Tewas

KBRN, Lampung Selatan - Berniat liburan ke wisata pantai Minang Rua Bakauheni Lampung Selatan, sebuah kendaraan minibus bernomor polisi BE 2694 GG yang membawa sembilan belas pelajar SMA asal Metro dan Bandar Lampung mengalami kecelakaan, Rabu (1/7/2020) pukul 16.30 Wib. 

Kendaraan yang di tumpangi 19 pelajar tersebut mengalami blong rem saat melewati turunan curam arah pantai Minang Rua.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang pelajar yang selamat Rafli Alvarizi, bus yang mengangkut belasan pelajar tersebut masuk wilayah pantai Minang Rua pukul 16.30 Wib. Saat kejadian dirinya tak dapat menjelaskan secara detail kerena kejadian tersebut begitu cepat. 

Sementara itu Kepala UPT Puskes Bakauheni dr. Paul Neman menjelaskan, jumlah korban yang di tangani pihaknya berjumlah sembilan belas orang. 

"Dari jumlah total pelajar 17, dua orang di antaranya sopir dan pendamping wisata. Untuk korban luka parah yang di rujuk ke rumah sakit Bob Bazar Kalianda berjumlah delapan orang satu di antaranya meninggal dunia. Sedangkan yang luka ringan dan dapat di tangani berjumlah tujuh orang. Tiga orang sedang di rawat di Dusun Minang Rua dalam perawatan pijat," jelasnya.

Hingga kini pihak Puskes Bakauheni merujuk lagi satu korban yang kondisinya lemah.

Berdasarkan keterangan tambahan dari pihak warga setempat Ardi, sebelum kejadian sang sopir sempat menolak untuk masuk ke pesisir pantai Minang Rua karena jalan yang menurun curam menjadi pertimbangan sopir. Namun beberapa pelajar memaksa untuk menurunkan bus hingga ke bibir pantai. Naas kendaraan meluncur tak terkendali hingga akhirnya masuk jurang sedalam kurang lebih sepuluh meter tepat di sisi kiri jalan menuju pantai.

Dari hasil penyelidikan Satlantas Polres Lampung Selatan saat di lokasi, kecelakaan terjadi di duga rem kendaraan tidak berfungsi, hingga malam hari ini kendaraan yang mengalami kerusakan yang cukup parah itu masih berada di dasar jurang, kemungkinan esok hari akan di lakukan evakuasi badan bus karena sulitnya medan, kemungkinan evakuasi akan dilakukan menggunakan alat berat atau crenn. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00