Pemkab Lamsel Gelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten

KBRN, Lampung Selatan - Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto membuka  Rembuk Stunting dan Penandatanganan Komitmen Penanganan Stunting Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020, di Aula Rajabasa Setdakab Lampung Selatan, Selasa (30/06/2020).

Dalam sambutannya, Nanang Ermanto mengatakan, meski kondisi negara kita saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19, termasuk di wilayah Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semua pihak bahu membahu dalam mencegah penyebaran virus di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid 19, kata Bupati,  pelayanan di semua sektor harus tetap berjalan untuk mempercepat pemulihan dan keberlangsungan hajat hidup masyarakat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah dicananangkan oleh pemerintah.

"Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti atau berkurang, termasuk penanggulangan stunting harus tetap berjalan sebagai salah satu prioritas daerah dan nasional sebagaimana diperintahkan oleh Pemerintah Pusat. Kegiatan promotif dan preventif dalam penanganan stunting harus tetap digalakkan" jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto sebagai Duta Swasembada gizi  mengajak semua pihak untuk bersama  menyukseskan program swasembada gizi  demi mengurangi jumlah Stunting yang ada di Lampung Selatan.

"Melalui kesempatan yang baik ini, saya sebagai Duta Swasembada Gizi yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mengajak semua pihak untuk mensukseskan Program Swasembada Gizi yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi Stunting yang terjadi pada anak-anak kita di Lampung Selatan" Ujarnya.

Karena Masalah Stunting bukan hanya tanggung jawab Pemerintah untuk menyelesaikan, namun juga dibutuhkan peran serta masyarakat dalam membiasakan berperilaku Hidup Bersih dan Sehat serta perilaku gizi seimbang.

Dengan dilaksanakannya Rembug Stanting ini, diharapkan percepatan pencegahan dan penanggulang Stanting di Kabupaten Lampung Selatan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dengan indikator kesehatan masyarakat yang menetapkan 3 variable prevalensi gizi.

Selanjutnya Winarni juga berharap, jika semua ini dilakukan dengan dukungan dan komitmen yang tinggi, maka stunting di Kabupaten Lampung Selatan bisa turun dan dicegah bersamasama.

"Oleh karena itu mari kita maksimalkan kader posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik" tutup Winarni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00