Calon Penumpang Kapal Lolos Dari Cengkraman Calo

Setelah Melalui Proses Standar Protokol Kesehatan Penumpang Pejalan Kaki Baru Bisa Mendapat Tiket Penyebrangan ke Pelabuhan Merak Banten

KBRN, Lampung Selatan : Ditengah pandemi Covid-19 berbagai persoalan yang dihadapi para pemudik atau mereka  yang hendak pulang kampung dalam menempuh perjalanan untuk mencapai tujuan.

Salah sorang penumpang pejalan kaki Novi Yani yang baru tiba dari Rokan Hulu Provinsi Riau di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Kamis (28/05/2020) kepada RRI mengungkapkan perjalanan yang ditempuh untuk tiba di pelabuhan Bakauheni selama 3 hari 3 malam. 

Hal tersebut dikarenakan Bus yang mengangkutnya bersama penumpang lainya harus melakukan perjalanan secara sembunyi-sembunyi agar tidak terkena petugas penyekatan atau cek poin di tujuh provisi yang berbatasan.

Sedangkan dirinya sebagai penumpang sudah memiliki surat dokumen protokol kesehatan yaitu dengan alasan anak sakit di Bandung Jawa Barat.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sudah 2 bulan yang lalu di Rokan Hulu provinsi Riau untuk menghadiri pernikahan keluarga, dan ketika itu belum adanya aturan pembatasan transportasi akibat pandemi Covid-19.

"Saya ini sudah dua bulan di Rokan Hulu sebelum adanya larangan seperti saat ini, kemudian adanya aturan larangan seperti ini terpaksa saya diam disana, berhubung dua dari tiga anak saya sakit dan suami saya sudah gak ada ya saya harus pulang dengan alasan dan mengajukan surat perjalanan,"Ujarnya menjelaskan.

Namun ternyata liku-liku perjalanan tidak hanya sampai disitu saja, setibanya di Bakauheni Lampung saat akan melakukan chek poin di pos pengamanan terpadu depan pintu masuk penyeberangan Bakauheni, Novi mengaku dimintai oleh oknum calo berpakaian preman uang sebesar 300 ribu rupiah. Menurutnya uang tersebut untuk memperlancar perjalanan menuju pelabuhan Merak Banten.

"Tadi saya sama yang lainnya ada yang menawarkan jasa dengan  bayar 300 ribu  bisa mengurus penyebrangan dengan cepat, untung saya ada yang mengarahkan agar saya masuk ke pos cek poin dan pos pengaman terpadu, kok masih ada orang yang cari kesempatan ya pak, " Keluh ibu tiga anak itu.

Lebih lanjut Novi menyesalkan kejadian tersebut tidak dilaporkannya kepada aparat kepolisian saat mengurus dokumen surat jalan di pos chek poin dan posko pengamanan terpadu yang stanby setiap saat untuk melayani sekaligus mendata indetitas setiap calon penumpang.

Disamping panik karena melihat kondisi anaknya melalui video Call juga takut keselamatannya terancam, dan dirinya bersyukur setelah melalui berbagai peroses akhirnya mendapatkan tiket untuk menyeberang kepelabuhan Merak Banten.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00