Pegawai Honorer Pemprov Lampung Terancam Diberhentikan

KBRN, Bandarlampung: Pemprov Lampung akan mempertimbangkan keberadaan pegawai honorer, hal itu dampak dari kesepakatan Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menghapus pegawai honorer atau pegawai tidak tetap dari organisasi kepegawaian pemerintah.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi angkat bicara terkait kesepakatan Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menghapus pegawai honorer atau pegawai tidak tetap dari organisasi kepegawaian pemerintah.

Menurut Gubernur, pada prinsipnya pegawai honorer apabila dibutuhkan oleh instansi, maka pihaknya memiliki pertimbangan khusus untuk mempertahankannya.

Namun ditegaskannya bila tenaga harian lepas tersebut karena keinginan orang perorang, saudara, teman, dan segala macamnya, sementara di instansi yang bersangkutan memiliki kelebihan tenaga kerja maka akan diberhentikan untuk mengurangi beban anggaran.

Dijelaskannya, pegawai Pemprov Lampung saat ini dengan kemampuan keuangan yang ada sudah tidak sebanding lagi, yang baik itu pembiayaan untuk pembangunan harus dibesarkan, apabila pembiayaan untuk gaji dibesarkan namun pembangunan kecil, maka akan banyak insfrastruktur yang terbengkalai.

Seperti diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan Rebiro) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tidak ada lagi perekrutan tenaga honorer, hal itu merujuk kesepakatan Kemenpan-Rebiro dengan Komisi II DPR, Senin, 20 Januari 2020.

Status pegawai telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), di dalamnya hanya ada dua status pegawai, yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Tenaga honorer yang ingin bekerja di pemerintahan harus melewati seleksi khusus, apabila memenuhi syarat sebagai PNS diperbolehkan mengikuti seleksi CPNS, sedangkan tenaga honorer yang tak memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi PPPK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00