Kurma Paris Semarak Kemerdekaan, Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bangkitkan Nasionalisme

KBRN, Pringsewu : Kuliner Malam Pajaresuk (Kurma Paris) Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, bukan hanya  membangkitkan ekonomi kerakyatan dan memberdayakan UMKM, namun juga membangkitkan rasa nasionalisme. Hal ini ditandai dengan digelarnya Semarak Kemerdekaan RI dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-77 proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di area tersebut. 

Menurut penggiat Kurma Paris Hafiz Al-Kautsar, S.IP., kegiatan Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi moment kegembiraan seluruh warga, dengan digelarnya berbagai macam perlombaan dan permainan  tradisional. ", Diharapkan melalui kegiatan ini menjadikan kita sebagai manusia Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air", ujarnya, Selasa (16/08/22) malam.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan ini sendiri, lanjut Hafiz, didampingi ketua panitia Fais, diisi dengan berbagai perlombaan, diantaranya untuk anak-anak berupa lomba makan kerupuk, balap gundu, balap karung, pecah balon, memasukan paku ke dalam botol serta lomba mewarnai untuk tingkat PAUD/TK hingga kelas 1 Sekolah Dasar. "Sedangkan untuk ibu-ibu, juga digelar lomba balap karung, joget balon, memasukan paku ke dalam botol sebagaimana untuk tingkat anak-anak, kemudian lomba karaoke, estafet air, tarik tali dan lomba bakiak", ungkapnya.

Kegiatan ini, tidak hanya sekadar perlombaan saja, namun diharapkan  dapat menjadi semangat bagi anak anak-anak dan masyarakat dalam menjalankan kegiatan di bulan kemerdekaan, dimana nilai kekompakan dengan jiwa nasionalisme tinggi yang ditanamkan, akan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan di sepanjang waktu.

Penasehat Kurma Paris Andreas Andoyo, M.TI. sangat mengapresiasi inisiatif dan peran para remaja dan pemuda Kelurahan Pajaresuk, yang  menggelar kegiatan Semarak Kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak terlepas dari kegiatan Kuliner Malam Pajaresuk atau Kurma Paris. "Kurma Paris kami gagas dengan mengedepankan segi kualitas dan kuantitas dan akan lebih terkonsep dari isi, tempat dan layanannya dengan  didukung unsur tradisonal, dengan menyediakan berbagai macam makanan berat, ringan dan berbagai minuman yang digemari oleh semua golongan yang bersifat tradisional", jelasnya.

Dosen Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung ini juga menuturkan bahwa Kurma Paris ini merupakan salah satu cara untuk  menjalin silaturahmi dan meningkatkan usaha masyarakat setempat, terutama di wilayah RT 001 dan 002 Lingkungan 02 Kelurahan Pajaresuk. "Dimaksudkan untuk  memperkenalkan kembali kuliner tradisional yang sudah mulai hilang, tidak hanya jajanan atau kuliner tradisional saja yang dijajakan, tetapi juga tempat yang dibuat dengan nuansa tradisional. Selain untuk mempererat silaturahmi antarwarga, juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Sebagaimana tujuan Kurma Paris yakni Kontribusi Nyata Dalam Perekonomian Mikro Yang Tangguh serta Mandiri Dalam Pembangunan Daerah", tuturnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar