Tanaman Hias Jenis Aglonema Asal Lamteng Siap Dikirim ke Turki

Sejumlah warga melihat lokasi penjualan aglonema/Foto: dok

KBRN, Lampung Tengah: Kelompok Wanita Tani (KWT) Srirejeki Adiporo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan ekspor sebanyak 10.500 bibit tanaman hias jenis Aglomena ke Turki.

Ketua KWT Srirejeki Adiporo,.Margiono mengakui, pihaknya sudah menerima permintaan ekspor tanaman hias jenis Aglomena ke Turki tersebut.

"Atas permintaan itu, saat ini kami masih terus menyiapkan dan melakukan proses pengemasan sesuai dengan permintaan," papar Margiono, Senin (15/08/2022).

Dirinya menjelaskan, untuk memenuhi permintaan ekspor tanaman hias itu/ pihaknya melibatkan 99 orang petani yang tergabung dalam KWT, serta bibit Algomena dari sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Lampung.

"Ini (Permintaan) ekspor bibit Algomena ke Turki, tentu akan berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya para petani," imbuhnya.

Sebab, dampak yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya para petani terkait ekspor, akan terjadi peningkatan penjualan.

"Dari yang biasanya dalam sebulan para petani hanya mampu menjual 100 hingga 200 bibit, kini bisa ribuan," tandas Margiono.

Sementara itu, Sub Koordinator Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Lampung, Irsan Nuhantoro menyatakan tanaman hias memang memiliki peluang ekspor yang cukup besar, lantaran banyaknya permintaan dari sejumlah negara-negara tujuan, salah satunya Turki.

"Dengan adanya permintaan yang cukup banyak terhadap Algomena ini, tentu  menambah nilai jual tanaman hias ini sehingga akan menambah penghasilan bagi para petani," paparnya.

Sebab lanjutnya, satu bibit atau satu batang Algomena akan dihargai sebesar Rp.5.000 ribu, dari sebelumnya yang hanya Rp.3.000 ribu.

"Sehingga dengan adanya ekspor ini,  petani akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp.2.000 ribu,"  sambung Irsan.

Meskipun demikian, Irsan kembali memastikan, untuk melakukan ekspor tanaman hias tidaklah mudah, karena harus dilihat dari proses menanam hingga  nanti akan dikirim.

"Oleh karena itu, untuk mempercepat proses ekspor, kami punya program in line inspection," pungkasnya.

Ke depan lanjut Irsan, dengan adanya tempat karantina mandiri tumbuhan, akan memberikan kelonggaran, dan kemudahan untuk mempercepat proses ketika akan diekspor, sehingga pihaknya hanya tinggal mencetak sertifikat.

Berdasarkan keterangan dari Asosiasi Tanaman Hias Indonesia, untuk saat ini tanaman hias dari Provinsi Lampung yang baru didaftarkan untuk bisa diekspor hanya Algomena.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar