Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pimpin Rapat Pengelolaan Kelembagaan Kartu Petani Berjaya

KBRN, Bandarlampung: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi, memimpin rapat pengelolaan kelembagaan Kartu Petani Berjaya, bertempat di Ruang Rapat Asisten II, Rabu(06/07/22). 

Pengelolaan Kelembagaan KPB dilaksanakan Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 14 tahun 2020 tentang Penugasan Kepada PT. Wahana Rahardja untuk  Pengelolaan Kartu Petani Berjaya, dan adanya Perjanjian Kerjasama antara PT. Wahana Raharja dengan PT. Bina Tani Berjaya.

Direncanakan akan dilaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah, Aplikasi Kartu Petani Berjaya pada tanggal 11 Juli 2022 mendatang.

Saat ini progres KPB, yakni transaksi penebusan pupuk sebesar Rp8.666.285.950, realisasi penyaluran KUR melalui Program KPB, melalui debitur sebesar Rp 179.948.000, (AUTP): 4.896,60 Ha, Asuransi Petani Lansia 1.175 petani, Bimbingan teknis Implementasi dan Transaksi pupuk subsidi, Kegiatan sosialisasi KPB oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kegiatan sosialisasi KPB oleh Dinas Kehutanan. 

Rapat tersebut juga membahas beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti segera diantaranya terkait pendampingan oleh PT. Bina Tani Berjaya akan dilaksanakan selama 3 bulan setelah penyerahan aplikasi KPB.

Selain itu persiapan masa transisi, Penyiapan BUMD Pengelolaan transaksi KPB, Penyiapan system aplikasi KPB untuk menu-menu implementasi seluruh perangkat daerah, penyiapan aplikasi dan transaksi untuk pemasaran hasil pertanian. 

Dalam arahannya Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Kusnardi, menyampaikan, dari sisi pengelolaan pemerintahan mulai dari administrasi hingga hal lain, Pemprov Lampung siap menerima limpahan migrasi KPB dari UBL. 

"Pelaksanaan percepatan melalui OPD, masih harus lebih banyak disektor pertanian, perkebunan, dan sekarang sedang mencoba disektor  peternakan dan perikanan." kata Kusnardi.

Kusnardi, juga menegaskan bahwa mulai bulan Juli 2022  hingga kedepan,  fokus KPB adalah pada  sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Aplikasi sudah disiapkan tinggal kesiapan dari OPD terkait saja," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar