Jelang Lebaran Qurban, Tidak Ada Laporan PMK di Kabupaten Pringsewu

KBRN, Pringsewu : Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu menyatakan sampai saat ini tidak ada laporan mengenai adanya ternak warga yang terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK) di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Menurut Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu drh.Budi Pramono, selama ini pihaknya telah membuka layanan laporan bagi masyarakat terkait PMK. Namun hingga mendekati Hari Raya Idul Adha tidak ada laporan yang masuk tentang adanya hewan ternak milik masyarakat yang terjangkit PMK. "Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk. Harapannya sih tidak ada laporan sampai nanti, sehingga zona hijau PMK dapat dipertahankan", ujarnya, Selasa (05/07/22).

Lebih lanjut drh.Budi Pramono mengatakan untuk laporan kasus PMK, pihaknya telah  menyediakan call centre dengan nomor 0853 77700106. Selain itu, laporan terkait PMK juga dapat disampaikan kepada aparat pekon setempat, bhabinkamtibmas, babinsa, atau datang langsung ke Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu. 

Dijelaskan drh.Budi Pramono, untuk gejala PMK sendiri, dimulai dari ternak yang mengalami demam akibat mengalami radang. Lalu, muncul luka kropeng di mulut, rongga mulut, lidah, gusi, bibir dan pada sela kuku kaki. Selanjutnya ternak tidak mau makan dan mengeluarkan liur berlebihan serta berbusa, lantas pincang. "Gejala-gejala itu didapati pada masa inkubasi mulai dari hari pertama sampai 14 hari", jelasnya.

Pihaknya juga sudah memberikan vaksin kepada 1.000 ekor ternak mulai dari sapi, kerbau dan kambing di Kecamatan Adiluwih, yang merupakan wilayah perbatasan dan lokasi padat ternak yang juga menjadi titik rawan untuk penyebaran PMK. Vaksinasi tahap I sebanyak 1.000 dosis ini telah selesai diberikan, dan saat ini pihaknya tengah menunggu arahan dari pusat untuk tindaklanjutnya.

Terkait kebutuhan hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Pringsewu untuk membeli hewan qurban lokal dari wilayah Pringsewu saja. Sebab, persediaan hewan ternak di Kabupaten Pringsewu masih mencukupi yakni sebanyak 1.700 ekor untuk jenis sapi dan kerbau, serta 5.400 untuk kambing dan domba. "Namun, apabila masyarakat tetap ingin membeli hewan ternak untuk qurban dari luar daerah, agar meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Sedangkan jika membeli hewan lokal, cukup meminta surat keterangan dari pekon setempat asal ternak tersebut", imbaunya.

Lebih lanjut disampaikan drh.Budi Pramono, sebagai antisipasi penyebaran PMK, sudah diusulkan untuk pendirian pos pantau PMK, dan tinggal menunggu keputusan Bupati Pringsewu. Untuk koordinasi lintas sektoral juga sudah dilakukan, tinggal menentukan perlu tidaknya pos pantau tersebut. "Jika pos pantau PMK dinilai sangat perlu, maka akan didirikan, dan jika tidak, maka tidak diadakan. Sementara ini kami melakukan pengawasan secara berkeliling terlebih dahulu. Jika nanti perlu adanya Pos Pantau, maka tinggal didirikan saja, sebab koordinasi lintas sektoral sudah dilakukan", pungkasnya. (*/ Isnanto Hapsara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar