Kepadatan Lalulintas di Pringsewu Tak Kenal Waktu

KBRN, Pringsewu : Kepadatan arus lalulintas di Jalan Lintas Barat Sumatera di wilayah Ibukota Kabupaten Pringsewu semakin meningkat. Kepadatan tersebut terkadang menimbulkan antrian kendaraan, bahkan tak jarang menimbulkan kemacetan di beberapa titik, bukan saja pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, namun juga pada malam hari. Dan, ini bukan saja terjadi pada saat musim arus mudik lebaran saja, tetapi juga pada hari-hari biasa.

Salah satu warga Pringsewu, Andre, menuturkan, kepadatan arus lalulintas di wilayah ibukota Kabupaten Pringsewu, lebih disebabkan sempitnya ruas jalan di pusat kota. "Ditambah dengan masih bercampur-aduknya antara kendaraan lokal dengan kendaraan luar daerah, khususnya kendaraan-kendaraan besar seperti truk ekspedisi antarprovinsi yang masih bebas masuk ke dalam kota", tuturnya, Selasa (17/05/22) malam.

Menurut Andre, di kota Pringsewu sebetulnya sudah ada Terminal Pasar Sarinongko di Jalan Pemuda Pringsewu, namun seperti tidak berfungsi. "Bahkan, lebih dominan berfungsi sebagai pasar sayur mayur di dalam lokasi terminal tersebut", katanya.

Sebagai warga Pringsewu, Andre berharap pemerintah daerah setempat dapat juga memasang traffic light atau lampu pengatur lalulintas di Simpang Terminal Pasar Sarinongko untuk mengurangi kesemrawutan lalulintas di lokasi tersebut, serta merealisasikan rencana pembangunan Jalan Lingkar. "Dengan demikian kendaraan-kendaraan besar seperti fuso dan kendaraan truk ekspedisi tidak perlu masuk ke dalam kota yang dapat menambah sesaknya lalulintas", harapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, arus lalulintas di Jalur Lintas Barat Sumatera di ibukota Kabupaten Pringsewu, khususnya di Jalan A.Yani sehari-hari memang  padat. Kepadatan bukan saja terjadi pada pagi atau siang hari, tetapi juga pada malam hari. Di beberapa titik, laju kendaraan sering tersendat, diantaranya di depan Mal Chandra Pringsewu dan beberapa titik lainnya. (*/ Isnanto Hapsara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar