Waspada Penyakit Mulut Dan Kuku Pada Ternak Dinas TPHP Way Kanan Lakukan Mitigasi Pengendalian Serta Himbau Masyarakat

KBRN,Way Kanan : Dalam Rangka kewaspadaan terhadap ancaman penularan dan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Food and Mouth disease Khususnya di Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia Keluarkan Surat Edaran Nomor :01/SE/PK.300/M/5/2022 yang ditujukan untuk Gubernur Seluruh Indonesia serta Bupati Dan Wali Kota seluruh indonesia.

Menindak lanjuti hal tersebut,atas intruksi dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diatur oleh SE Nomor: 045.2/1654/V.23/2022,Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya dengan cepat merespon dan sigap untuk Keluarkan kebijakan SE terkait Penanggulangan PMK Pada hewan jenis Ruminansia dan babi yang bekerjasama dengan Dinas Peternakan pemkab Way Kanan.

Pada arahannya Bupati Raden Adipati Surya  Melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan (TPHP) Ir.Maulana Muhidan Kepada rri.co.id Mengatakan,agar kiranya bagi jajaran dinas terkait untuk segera melakukan Mitigasi resiko dengan upaya melakukan  tindakan pengendalian dan penanggulangan secara tepat dan efektif dengan cara melarang perdagangan jual beli ternak ruminansia dalam jenis Sapi,kambing,kerbau,domba dan babi dari wilayah yang sedang terdapat kasusnya yakni Provinsi Aceh,Riau,Jambi,Bangka belitung,Jawa timur serta Jawa Tengah.

Maulana dengan didampingi Sekdin TPHP Rofiki serta Kabid Peternakan Joko Purnowo dan APH kepolisian Resort Way Kanan pada hari ini Selasa,17/05/2022 telah bergerak melakukan monitoring,sanitasi dan edukasi di dua wilayah perbatasan kabupaten Way Kanan yakni adi jaya perbatasan Tubaba gunung terang,tegal mukti Mesuji yang ddiduga telah terdapat penyebaran penyakitnya serta perbatasan antara belitang menjadi prioritas utama sasaran pengendalian PMK.

 “kegiatan penanggulangan ini akan terus kami lakukan merujuk pada jadwal yang telah kami buat,untuk 2 kabupaten mesuji dan tubaba kami harap tidak melakukan perdagangan,untuk kabupaten lain masih diperbolehkan asal disertakan keterangan kesehatan hewan yang jelas diketahui saat ini kabupaten way kanan memiliki perkiaraan sebanyak 42.000 yang harus terselamatkan dari jangkitan penyakit PMK.” Jelas Maulana

Dirinya menambahkan bahwa Dalam SE Bupati Way Kanan tersebut,bupati menekankan untuk membatasi pendistribusian,memberikan himbauan terhadap peternak untuk menerapkan sanitasi,kemudian olahan makanan agar diminta pada masyarakat ada beberapa bagian saja yang diperbolehkan untuk dikonsumsi waupun belum ada riset yang menunjukkan penyakit tersebut dapat menular pada manusia

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar